Seru dan Menegangkan, Balapan Gerobak Sapi di Arena Grasstrack

Sirkuit, dalam tanda kutip, balapan gerobak sapi juga sengaja dibuat berliku-liku. Belokannya cukup tajam.

Seru dan Menegangkan, Balapan Gerobak Sapi di Arena Grasstrack
Keseruan balapan gerobak sapi di lintasan Lapangan Pojok, Harjobinangun Pakem Sleman, Minggu (25/8/2024). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Penonton langsung berteriak-teriak memberikan semangat begitu melihat gerobak sapi itu tiba-tiba macet di tengah lintasan. Semua seolah-olah ingin turun menuju arena, tergerak hatinya ingin membantu sepasang sapi yang menyeret gerobak agar tidak mogok lagi.

Ya, itulah keseruan balapan gerobak sapi di arena grasstrack, dalam tanda kutip, Minggu (25/8/2024), di Lapangan Pojok, Harjobinangun Pakem Sleman.

Sesekali, para penonton juga dibuat tegang menunggu aba-aba saat gerobak sapi siap “tancap gas” di garis start. Badjingan, sebutan untuk kusir gerobak sapi, ada yang terlihat tegang sambil memegang tali kendali sapi.

Maklum, lomba ini sama sekali tidak mengandalkan mesin melainkan sepenuhnya bergantung pada tenaga sapi-sapi jantan yang rata-rata berperawakan tinggi, besar, ber-punuk dan gemuk lagi berotot itu.

Di atas gerobak, masing-masing badjingan siap sedia dengan pecut. Suaranya terdengar khas sewaktu disabetkan mengenai punggung sapi, bagian kaki atau tepong, hingga sapi-sapi itu langsung njranthal menyusuri lintasan.

Peserta Pawai Gerobak Sapi menunggang sapi-sapi miliknya. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Debu mengepul begitu kaki-kaki sapi menjejak lintasan tanah kering, mungkin sengaja tidak disiram air supaya tidak licin karena bisa membahayakan keselamatan hewan-hewan itu.

Sirkuit, dalam tanda kutip, balapan gerobak sapi juga sengaja dibuat berliku-liku. Belokannya cukup tajam. Batas sirkuit dengan penonton cukup menggunakan tali rafia kuning dengan patok belahan bambu.

Tujuannya supaya ketika diterjang sapi akan terlihat jelas tercerabut sekaligus untuk mengetahui ada pelanggaran atau tidak dari peserta balapan. Jika sapi menerjang batas lintasan berarti pelanggaran bahkan bisa terkena diskualifikasi.

Sirkuit pun dibuat tidak terlalu panjang sebenarnya, tetapi memiliki tantangan tersendiri sekaligus sebagai sarana uji kemahiran dan kelihaian para badjingan menghela sapi-sapi mereka sampai ke garis finish.

Biasanya, para badjingan itu mengendarai gerobak sapi menyusuri jalanan yang datar. Pada ajang balapan itu mereka diuji kesabarannya. Sesekali, pembawa acara ikut menggoda peserta saat mereka turun laga.

Justru mogok

Lha iki badjingan lawas...,” kelakar pembawa acara dengan bahasa Jawa di depan mikrofon menyemangati rekannya. Ternyata sapinya justru mogok sebelum menuntaskan seluruh lintasan.

Pemenang ditentukan antara lain berdasarkan hitungan catatan waktu seberapa cepat mencapai garis finish.

Balapan gerobak sapi kali ini diselenggarakan oleh Paguyuban Pemilik Angkutan Tradisional Gerobak Sapi "Pangrekso Andini Karyo" Kabupaten Sleman.

Tak hanya balapan gerobak sapi, pada acara itu juga digelar “roadrace” sapi. Sapi dinaiki layaknya kuda kemudian dipacu pada lintasan lurus. Siapa cepat dia pemenangnya.

Sebelum lomba, seluruh peserta mengadakan parade keliling di jalan-jalan sekitar lokasi dan  menjadi tontonan gratis masyarakat. Suasananya meriah. Ada juga biduan dangdut tampil di panggung menghibur penonton dan peserta.

HUT RI

Tri Harjono selaku ketua paguyuban serta Bunakir HS selaku sekretaris paguyuban menyampaikan Pawai Gerobak Sapi digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 RI sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-16 paguyuban tersebut.

Selain mengundang beberapa tokoh masyarakat, paguyuban juga bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang ikut ambil bagian dalam rangka merayakan HUT fakultas itu.

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, Prof Dr drh Aris Haryanto MSi, memberikan apresiasi positif gelaran Pawai Gerobak Sapi itu.

Tak hanya untuk ajang memperlihatkan ketangkasan para badjingan mengendarai gerobak sapi, menurut dia, acara ini juga sebagai sarana nguri-uri budaya Jawa melalui rajakaya sapi.

Yang pasti, dia berharap para pemilik gerobak sapi semakin bersemangat memelihara sapi-sapi jenis peranakan sehingga menghasilkan sapi yang berkualitas baik. (*)