Sampai 8 April DIY Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi
Dalam beberapa hari terakhir termasuk Rabu pagi wilayah DIY diguyur hujan lebat. BPBD DIY menerima sejumlah laporan adanya pohon tumbang di Gunungkidul serta Bantul.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Masyarakat siap menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H namun demikian hari kemenangan itu dibayang-bayangi oleh kondisi cuaca yang akhir-akhir ini kurang menguntungkan.
Setelah terjadi hujan es beberapa waktu lalu, status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di DIY bisa jadi akan diperpanjang sampai 8 April 2025.
Ini terungkap saat berlangsung diskusi Strategi Pengelolaan Ketertiban Umum di Masa Mudik dan Perayaan Idul Fitri yang digelar DPRD DIY bersama Forum Wartawan Unit DPRD DIY, Rabu (19/3/2025), di Tasneem and Convention Yogyakarta, Purawisata Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta.
"Kita pada masa libur Idul Fitri 1446 H masih dalam posisi Siaga Darurat Hidrometeorologi. Saat libur lebaran adalah puncak musim hujan," ungkap Drs Noviar Rahmad MSi, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY yang juga Plt Kepala Satpol PP DIY.
Narasumber diskusi Forum Wartawan Unit DPRD DIY. (sholihul hadi/koranbernas.id)
Dalam beberapa hari terakhir termasuk Rabu pagi wilayah DIY diguyur hujan lebat. BPBD DIY menerima sejumlah laporan adanya pohon tumbang di Gunungkidul serta Bantul.
Menurut Noviar, berdasarkan rapat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diperoleh informasi bibit siklon kemungkinan bisa kembali lagi.
Sebagai langkah antisipasi sekaligus mitigasi, lanjut dia, BPBD DIY terus melakukan koordinasi. Khusus di Kabupaten Bantul posko jaga bencana hidrometeorologi sudah sampai tingkat kalurahan.
"Semua daerah berpotensi cuaca ekstrem. Yang sangat perlu diperhatikan peta longsor karena ada kaitannya dengan jalur mudik," ungkapnya mewakili Sekda DIY Beny Suharsono.
Jalur rawan
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY AKBP Widya Mustikaningrum S Sos menyatakan melalui Operasi Ketupat Progo yang berlangsung 17 hari pihaknya berharap ada kerja sama untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Polda DIY menurunkan 1.932 personel yang siap bertugas memelihara kamtibmas dan kamtibselcar lantas (keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran lalu lintas) selama arus mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini.
Sependapat, dia menyatakan perlunya kerja sama mewaspadai kondisi lalu lintas di jalur rawan bencana, seperti halnya yang baru saja terjadi adanya longsor di Clongop Gedangsari Gunungkidul.
Prinsip, kata AKBP Widya yang pernah menjabat Wakapolres Gunungkidul itu, perlu kewaspadaan dan kehati-hatian pada jalur-jalur yang rawan terjadi bencana alam itu.
Pospam
Bagaimana pun, kata dia, Provinsi DIY meskipun wilayahnya relatif kecil namun rawan terjadi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Tercatat setidaknya terdapat 13 titik rawan.
Harapannya, para pemudik memanfaatkan pospam dan posyan. Artinya, jika lelah mengemudi bisa menumpang istirahat di pos-pos tersebut.
Menyikapi kondisi itu, Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari berharap Pemda DIY harus benar-benar siap menyambut datangnya pemudik dan wisatawan.
Memang, lanjut dia, situasi hari ini yang dirasakan oleh para pelaku wisata maupun pelaku ekonomi termasuk PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) DIY sedikit kurang mengenakkan sebagai dampak banyaknya kegiatan di hotel yang cancel.
Tiga situasi
Harapannya, para pemudik yang pulang ke kampung halaman bisa membantu, minimal membawa rezeki untuk UMKM.
Pada forum yang sama, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto juga meminta Pemda DIY serius mempersiapkan mitigasi bencana. "Karena kita dihadapkan pada tiga situasi darurat," ujarnya.
Ketiganya adalah darurat bencana hidrometeorologi, Gunung Merapi dan problem lalu lintas.
Hadir pula dalam kesempatan itu Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan DIY Sumariyoto SE M Si. (*)