Sambut HUT ke-103, RS “Dr Yap” Membangun Klinik Utama Mata di Gunungkidul

Fasilitas pelayanan kesehatan khusus mata terpadu yang pertama dan satu-satunya di Kabupaten Gunungkidul.

Sambut HUT ke-103, RS “Dr Yap” Membangun Klinik Utama Mata di Gunungkidul
Ground breaking Klinik Utama Mata Dr YAP Gunungkidul, Minggu (19/4/2026), di Jalan Nasional III Semanu-Pacitan, Dusun Sambirejo Kapanewon Semanu. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Rumah Sakit Mata "Dr YAP" terus berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan mata yang komprehensif, terutama bagi warga di daerah Jawa bagian tengah-selatan atau sering disebut Pawonsari (Pacitan Wonogiri-Wonosari), segera terwujud.

Langkah mulia ini diawali dengan pembangunan Klinik Utama Mata "Dr YAP" Gunungkidul yang berlokasi di Jalan Nasional III Semanu-Pacitan, Dusun Sambirejo Kalurahan Semanu Kapanewon Semanu. Menempati area seluas 4.655 meter persegi, ground breaking Klinik Utama Mata "Dr YAP" Gunungkidul itu sukses dilaksanakan, Minggu (19/4/2026).

Ketua Umum Yayasan Dr Yap Prawirohusodo, GBPH H Prabukusumo S Psi, menyampaikan Klinik Utama Mata "Dr YAP" Gunungkidul akan menjadi fasilitas pelayanan kesehatan khusus mata terpadu yang pertama dan satu-satunya di Kabupaten Gunungkidul.

“Keberadaan Klinik Utama Mata "Dr YAP" Gunungkidul diharapkan dapat menjadi andalan masyarakat karena keunggulan sumber daya, teknologi serta fasilitas pendukungnya,” ujarnya.

Pemberian kacamata, rangkaian dari kegiatan ground breaking Klinik Utama Mata Dr YAP Gunungkidul. (istimewa)

Menurutnya, inilah upaya yang secara kontinu dilakukan, selaras dengan salah satu visi RS Mata "Dr YAP" yaitu menjadi pusat pelayanan dan pendidikan mata yang profesional dan terpercaya serta dapat bersaing secara global di tahun 2029.

Peletakan batu pertama fasilitas kesehatan mata itu dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Direktur Utama PT Yap Netra Husada Drs H Suhartono MM, Direktur Utama Rumah Sakit Mata "Dr YAP" dr Erin Arsianti Sp M(K) M Sc MPH FISQua CPCCP, Ketua Panitia HUT ke-103 Rumah Sakit Mata "Dr YAP" Dwi Subekti Rahayuni S Kep Ns, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Gunungkidul.

Menariknya, ground breaking yang dirangkai dengan bakti sosial operasi mata, pemeriksaan mata anak dan pemberian kacamata kali ini juga bertepatan dengan persiapan menyambut puncak acara HUT ke-103 Rumah Sakit Mata "Dr YAP" yang dijadwalkan digelar Jumat 29 Mei 2026.

Selain itu, juga dalam rangka menyempurnakan rasa syukur atas usia ke-103 Rumah Sakit Mata "Dr YAP" lewat serangkaian kegiatan yang utamanya ditujukan untuk kemaslahatan masyarakat.

Sesi foto bersama acara ground breaking Klinik Utama Mata "Dr YAP" Gunungkidul dan bakti sosial. (istimewa)

Seperti diketahui, rumah sakit yang berusia Lebih dari satu abad ini awalnya bernama Princes Juliana Gasthuis voor Ooglijders (Rumah Sakit Putri Juliana untuk Penderita Penyakit Mata) gagasan Dr Yap Hong Tjoen.

Dokter Erin Arsianti menambahkan, bakti sosial bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Dinas Kesehatan Gunungkidul dan RSUD Wonosari.

“Sebagai refleksi atas usia yang makin matang, Rumah Sakit Mata "Dr YAP" mengusung tema "Adapting and Collaborating" -- beradaptasi dan berkolaborasi,” ungkapnya.

Langkah ini sekaligus memperkuat spirit Rumah Sakit Mata "Dr YAP" sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat yang secara berkelanjutan menjalin kerja sama dengan semua pihak yang memiliki visi meningkatkan derajat kesehatan mata.

Bakti sosial operasi mata, menyambut HUT ke-103 RS Mata Dr YAP Yogyakarta. (istimewa)

“Hari ulang tahun ke-103 merupakan momentum Rumah Sakit Mata "Dr YAP" untuk memberikan pelayanan mata yang semakin berkualitas, bermutu tinggi, wewujud dalam sinergi sumber daya manusia unggul dan teknologi kesehatan mata terkini. Mendengar apa yang masyarakat butuhkan serta mewujudkannya melalui layanan-layanan terbaru yang mudah diakses oleh siapa pun,” tambahnya.

Sementara Dwi Subekti Rahayuni menyatakan, Bakti Sosial Operasi Mata yang terdiri dari operasi katarak, glaukoma dan pterygium menyasar pasien yang berasal dari keluarga pra-sejahtera dan tidak memiliki BPJS Kesehatan maupun asuransi swasta.

Guna menggaet 100 peserta skrining (pemeriksaan awal), Rumah Sakit Mata "Dr YAP" berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dan RSUD Wonosari. “Seluruh rangkaian kegiatan bakti sosial, yang terdiri dari skrining, pelaksanaan operasi hingga kontrol pasca-operasi dilaksanakan di RSUD Wonosari,” jelasnya.

Harapannya, pasien yang utamanya berdomisili di Wonosari dan sekitarnya, dapat lebih mudah menjangkau lokasi. Rumah Sakit Mata "Dr YAP" mentargetkan sebanyak 30 pasien untuk katarak, 10 pasien untuk pterygium, dan 5 pasien untuk glaukoma menjalani operasi Minggu 19 April 2026 di Kamar Operasi RSUD Wonosari.

Gandeng Perdami

Pada event ini, Rumah Sakit Mata "Dr YAP" juga menggandeng Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) DIY serta Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada.

Dia menambahkan, Bakti Sosial menyambut HUT ke-103 Rumah Sakit Mata "Dr YAP" semakin luas manfaatnya dengan pemeriksaan mata siswa-siswi SD-SMP/sederajat di Semanu, Wonosari dan sekitarnya.

Disebutkan, sebanyak 100 anak mendapat pemeriksaan tajam penglihatan dan pembuatan resep kacamata bagi mereka yang terindikasi mata minus (miopia) maupun mata silinder (astigmatisme).

“Demi kelancaran bakti sosial ini, selain bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dan RSUD Wonosari, Rumah Sakit Mata "Dr YAP" didukung oleh Rotary Club Mataram Yogyakarta serta FK-KMK UGM,” ucapnya.

Derajat kesehatan

Dalam kesempatan itu, jajaran Rumah Sakit Mata "Dr YAP" menyampaikan apresiasi kepada Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Gunungkidul, mitra serta seluruh pihak yang telah mendukung penuh dengan kolaborasi yang saling menguatkan sehingga rangkaian acara menyambut HUT ke-103 Rumah Sakit Mata "Dr YAP" berjalan aman dan lancar.

“Semoga kehadiran Rumah Sakit Mata "Dr YAP" melalui serangkaian kegiatan bakti sosial serta pembangunan Klinik Utama Mata "Dr. YAP" Gunungkidul dapat sungguh bermanfaat sehingga derajat kesehatan mata masyarakat di Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya terus meningkat,” kata Dwi Subekti Rahayuni. (*)