Minggu, 01 Agu 2021,


purworejo-tak-ingin-seperti-kudus-bor-pasien-covid19-meningkat-menjadi-6286-persen RSUD Tjokronegori sebagai salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Purworejo. (w asmani/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Purworejo Tak Ingin Seperti Kudus, BOR Pasien Covid-19 Meningkat Menjadi 62,86 persen

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO--Pemerintah Kabupaten Purworejo menyiapkan berbagai upaya usai terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam satu minggu terakhir. Bahkan menurut data, BOR (bed occupancy ratio) atau ketersedian tempat tidur di rumah sakit rujukan, saat ini telah mencapai 62,86 persen dari sebelumnya pada minggu lalu hanya 29,41 persen.


“Dari 140 ketersedian tempat tidur, saat ini telah terisi oleh 88 pasien. Kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Tapi kita harus tetap tenang dan terus melangkah melakukan berbagai upaya yang diperlukan demi menyelamatkan warga,” kata Bupati Purworejo Agus Bastian dalam Rakor Satgas Covid-19 bersama Forkopimda di Ruang Bagelen Setda Purworejo, Kamis (17/6/2021).

  • Berkat Kodok, Mariah Carey Mau Menyanyi di Borobudur

  • Agus menjelaskan, semua daerah saat ini memang mengalami kenaikan kasus. Bahkan terdapat varian baru Covid-19 yakni varian Delta B1617 yang perlu diwaspadai karena menular lebih cepat.

    Trend terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo, memang mengalami peningkatan. Salah satunya terjadinya banyak kasus terkonfirmasi positif di Desa Brenggong.


    “Upaya untuk menyadarkan masyarakat bahwa Covid-19 ini sangat berbahaya memang tidak mudah. Diminta isolasi saja mereka masih menawar. Akhirnya kita mengeluarkan kebijakan isolasi di rumah bagi yang tidak bergejala,” terangnya.

    Dirinya berharap, dengan kebijakan pemkab untuk melakukan isolasi mandiri di rumah bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, dapat mengatasi semua kasus dengan baik.

    Namun demikian, pemkab juga telah menyiapkan beberapa tempat untuk isolasi terpusat, jika memang terjadi lonjakan kasus yang besar atau kondisi sangat darurat. Pemkab juga akan menyiapkan tempat isolasi terpusat di kecamatan.

    “Tempat isolasi terpusat di kecamatan tetap harus disiapkan, karena kita tidak ingin meledak seperti Kudus. Jika nantinya terjadi lonjakan kasus yang sangat besar, kita sudah siap dengan fasilitas isolasi terpusat,” tandasnya.

    Dinas kesehatan juga diminta untuk memaksimalkan vaksinasi. Karena di tengah trend peningkatan kasus Covid-19, dengan vaksinasi diharapkan dapat segera tercapai herd immunity atau kekebalan imunitas di tengah masyarakat. Dengan demikian, diharapkan bisa melindungi masyarakat dari kesakitan dan kematian akibat Covid-19.

    “Kita ingin berupaya dengan sebagai cara. Apapun akan kita lakukan semaksimal mungkin karena tugas kita adalah melindungi warga,” pungkasnya. (*)

     



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini