Minggu, 09 Mei 2021,


posyandu-sapen-tetap-bergeliat-meski-pandemiKegiatan posyandu di Pos Melati 2 Desa Sapen Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten, Senin (19/4/2021) lalu. (koranbernas.id/masalgurusinga)


Masal Gurusinga
Posyandu Sapen Tetap Bergeliat Meski Pandemi

SHARE

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berperan penting dalam tumbuh kembang balita. Sebab itu, peran posyandu terus digalakkan pemerintah. Namun akibat kondisi pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih satu tahun maka kegiatan posyandu dibatasi untuk menghindari terjadinya kerumunan dan kontak langsung.


Contohnya seperti yang dilakukan kader Posyandu Pos Melati 2 Desa Sapen Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten. Pada Senin (19/4/2021) lalu, kegiatan Posyandu hanya dibatasi pada penimbangan balita, pengukuran panjang badan, pencatatan dan pemberian makanan tambahan (PMT).


"Sebelum pandemi ada penyuluhan juga. Tapi sekarang hanya penimbangan, pengukuran, pencatatan dan PMT saja agar tidak kontak langsung," kata bidan Desa Sapen, Erni Adaningsih, di Pos Melati 2 Kantor Desa Sapen.

Di Pos Melati 2 sendiri ada setidaknya 40 balita yang mendapatkan pelayanan dari para kader dan bidan desa. Meski posyandu dilaksanakan, protokol kesehatan wajib ditaati. Terbukti bagi orang tua yang datang ke lokasi harus mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, memakai hand sanitizer, memakai masker dan menjaga jarak.


Pada awal pandemi ketika Kecamatan Manisrenggo dinyatakan zona merah kata dia, kegiatan posyandu pernah ditiadakan. Namun kalau tidak ada posyandu maka pemantauan tumbuh kembang balita tidak ada.


Beberapa waktu lalu di Desa Sapen ada 3 orang balita berumur kurang dari 2 tahun yang stunting. Balita tersebut kemudian diberi PMT agar tumbuh kembangnya ideal. Faktor penyebab terjadinya stunting adalah pola asuh dan orang tua sibuk bekerja.


Ngatini, kader posyandu Pos Melati 2 menghimbau orang tua harus ikut pro aktif dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak. Jika ada keluhan si anak susah makan harus di selingi dengan menu yang lain.

"Ada balita yang berat badannya turun. Si ibu kami tanya kok bisa? Di jawab karena anak susah makan. Seharusnya ibu lebih perhatian sama anak. Kalau makannya susah, ya diselingi menu yang lain," pintanya.

Ngatini yang tinggal di Dusun Genengsari RT 7/RW 3 Desa Sapen mengaku sebagai kader sudah puluhan tahun lamanya. Saat ini dirinya masih tetap aktif meski sudah lanjut usia dan anak-anak sudah besar semua.

"Bagi saya yang penting masih diberi kesehatan. Saya bersyukur sekali. Kini saya mengabdikan dan melayani warga. Senang ikut kegiatan ini karena banyak teman," ujar Ngatini.

Apresiasi terhadap kinerja para kader posyandu juga disampaikan Kepala Desa Sapen, Basuki. "Kader kami sudah bagus. Kemarin saat pandemi sempat ditiadakan posyandu. Sekarang dilanjutkan lagi. Selalu dikoordinasikan dengan bidan desa," imbuhnya. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini