Polres Purworejo Mengamankan 68 Orang Terlibat Kerusuhan

Empat orang ditetapkan tersangka, sebanyak 12 orang masih diperiksa sebagai saksi.

Polres Purworejo Mengamankan 68 Orang Terlibat Kerusuhan
Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano didampingi Kasat Reskrim AKP Catur Yuda Prasena dan Kabag Ops Kompol Sutoyo menyampaikan keterangan pers. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id) 

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Polres Purworejo mengamankan 68 orang terindikasi terlibat aksi demonstrasi atau kerusuhan di wilayah Kabupaten Purworejo. Kejadian pertama terjadi di Mako Brimob Kompi 4 Batalyon C Pelopor Kutoarjo dan Pos Polisi Lalu Lintas Kutoarjo Kabupaten Purworejo, Minggu (31/8/2025) dini hari.

Akibat kejadian itu, kaca depan Mako Brimob Kompi C rusak. Semua kaca pos polisi lalu lintas hancur, pintu dan meja pos dibakar massa. Selain kejadian di Kutoarjo, polisi juga mengamankan puluhan orang yang terkait dengan rencana aksi demo 1 September 2025.

"Dari beberapa kejadian di Purworejo, kami mengamankan 68 orang, empat orang di antaranya kami tetapkan sebagai tersangka perusakan mako Brimob dan Pos Polisi Lalu Lintas Kutoarjo. Sebanyak 12 orang masih diperiksa sebagai saksi,” kata Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano kepada wartawan di Mapolres, Selasa (2/9/2025).

Selain itu, 52 anak di bawah umur dilakukan pembinaan di Mapolres Purworejo. “Karena masih di bawah umur, kami mengundang orang tua dan Unit PPPA DP3APMD Purworejo untuk melakukan penyuluhan agar tidak lagi melakukan tindakan anarkis. Yang kami amankan anak-anak warga Kabupaten Purworejo,” sambung Kapolres.

Ajakan unjuk rasa

AKBP Andry Agustiano menyebutkan petugas pada Senin (1/9/2025) melakukan penyisiran dan memeriksa gerombolan anak-anak. Setelah diperiksa telepon selular terdapat ajakan melalui WhatsApp untuk melakukan unjuk rasa (1/9/2025) di DPRD Purworejo.

Satu dari orang tua anak yang ikut diamankan, Lina, warga Desa Sidarum Kecamatan Kutoarjo saat ditanya wartawan menyebutkan, anaknya, S (13), dijemput petugas Senin (1/9/2025) dini hari sekitar pukul 03:00.

“Katanya anak saya ikut aksi kerusuhan di depan Kantor Brimob. Saya tidak tahu, karena Minggu di rumah, Senin masuk sekolah ya biasa saja. Anak saya itu jarang keluar malam, paling hanya kalau ada pengajian atau istighosah. Kemarin itu, Sabtu dia pergi ikut pengajian di Semawung Daleman (Kecamatan Kutoarjo),” kata Lina saat pembinaan anaknya di Ruang Auditorium Polres Purworejo.

Lina menyebutkan, anaknya diajak teman melalui pesan WhatsApp. “Anak-anak disuruh bikin pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Dengan kejadian ini saya juga akan semakin memperhatikan jika anak keluar malam hari,” ujar Lina. (*)