Senin, 25 Jan 2021,


pjs-bupati-mengingatkan-prokes-dan-waspadai-klaster-keluargaPjs Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti MA saat memberikan sambutan pada pembukaan Sosialisasi ZIS. (w asmani/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW

Pjs Bupati Mengingatkan Prokes dan Waspadai Klaster Keluarga


SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO--Kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo khususnya, dan Propinsi Jawa Tengah pada umumnya, masih cukup tinggi.

“Untuk itu pencegahan Covid-19 harus tetap diperhatikan, mengingat terakhir klaster di rumah tangga menyumbang penularan yang lumayan tinggi,” terang Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Purworejo Ir. Yuni Astuti MA, pada Sosialisasi ZIS Basnaz Propinsi Jawa Tengah kepada OPD Kabupaten Purworejo, bertempat di Ruang Arahiwang Komplek Sekda Purworejo, Rabu (2/12/2020).


Yuni mengatakan, anggota keluarga terus berupaya saling mengingatkan agar tidak terjadi penularan Covid-19.

“Terjadinya klaster keluarga perlu diwaspadai. Mengingat di Jateng dan Purworejo jumlah pasien positif belum mau turun,” imbuh Yuni.


Untuk itu Pjs Bupati mengajak peserta Sosialisasi ZIS

Basnaz Propinsi Jawa Tengah menjadi agen perubahan di masyarakat.

“Bapak dan ibu yang hadir saat ini, jadilah agen di masyarakat untuk terus menyuarakan seperti ini. Ajak masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan pola 3 M yaitu mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, memakai masker dan menjaga jarak aman,” pesan Yuni Astuti.

Dikatakan, potensi zakat di Kabupaten Purworejo sebenarnya cukup besar, mengingat sebagian besar penduduk Purworejo beragama Islam.

“Dari kalangan aparatur saja, apabila diasumsikan 75 persen dari seluruh PNS Purworejo yang berjumlah 8 ribu orang mau membayar zakat melalui BAZNAS, maka akan terkumpul 7,2 miliar pertahun. Jumlah ini tentunya akan sangat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan,” papar Yuni.

Namun demikian, saat ini realisasi pengumpulan zakat masih belum maksimal. Dalam dua tahun terakhir misalnya, zakat yang dikumpulkan melalui BAZNAS Kabupaten Purworejo baru senilai Rp 2,8 miliar. Artinya jumlah tersebut belum ada separuh dari potensi yang ada. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan pengelola zakat sekaligus sosialisasi secara terus menerus kepada aparatur negara, agar mereka termotivasi untuk menunaikan kewajiban berzakat.

Kepala Bagian Kesra Setda Purworejo Fathurohman selaku penyelenggara Sosialisasi ZIS Basnaz Propinsi Jawa Tengah, kepada OPD Kabupaten Purworejo mengatakan, tujuan sosialisasi BAZNAS tersebut untuk mendorong karyawan pegawai di instasi masing-masing untuk memberikan zakat.

“Basnaz perlu memberikan sosialisasi agar yang berkewajiban memberi zakat semakin meningkat,” jelas Fathurohman. (*)

 

 



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini