Pilkada Bantul, Untoro-Wahyudi Janjikan Satu Rumah Satu Sarjana
Angka tidak sekolah dan putus sekolah di Bantul masih cukup tinggi.
KORANBERNAS.ID, BANTUL – Pasangan calon (paslon) Pilkada Bantul nomor urut 1, Untoro Hariadi dan Wahyudi Anggoro Hadi, menyadari pentingnya pendidikan. Hal tersebut tercantum dalam cita keempat dari Pancacita Bantul yang mereka usung untuk Bantul Baru Rakyat sejahtera.
Juru Bicara Paslon Untoro-Wahyudi, Azalia Farika Andit, menegaskan cita keempat dari Untoro-Wahyudi adalah Bantul Berdaya. Misinya adalah membangun sumber daya manusia Bantul cerdas, unggul dan berbudaya Istimewa melalui fasilitasi layanan pendidikan yang inklusif.
Bantul Berdaya memiliki enam program prioritas. "Salah satunya program yang diprioritaskan Paslon nomor 1 adalah Satu Rumah Satu Sarjana," ungkap perempuan yang akrab disapa Andit itu, Kamis (10/10/2024).
Menurut dia, pentingnya pendidikan sejalan dengan yang pernah disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara, yaitu dengan ilmu kita menuju kemuliaan.
Juru Bicara Paslon Untoro-Wahyudi, Azalia Farika Andit. (istimewa)
Sayangnya, lanjut dia, dari data yang diambil dari Dokumen Rancangan Teknokratis Kabupaten Bantul RPJMD 2024-2029, angka tidak sekolah dan putus sekolah di Bantul masih cukup tinggi.
Disebutkan, anak usia SD yang tidak sekolah tercatat 4.289, anak usia SMP tidak sekolah 2.348, anak usia SD putus sekolah 307, dan anak usia SMP putus sekolah 415.
Andit menambahkan, lima program prioritas yang lain dalam Bantul Berdaya adalah memfasilitasi asuransi pendidikan bagi anak anak batita yang berasal dari keluarga tidak mampu, serta memfasilitasi beasiswa pendidikan, bantuan pendidikan tunai, dan kerja sama dengan penyelenggara pendidikan tinggi negeri/swasta.
Selain itu, paslon nomor urut 1 juga akan memfasilitasi peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru honorer dan memfasilitasi layanan pendidikan non formal yang inklusif.
Kreativitas pemuda
"Untoro-Wahyudi juga akan memfasilitasi pengembangan keahlian, kepraktisan dan kreativitas pemuda melalui fasilitasi sanggar pawiyatan Istimewa (Cultural Creative Hub)," kata dia.
Andit menjelaskan, Pancacita Bantul terdiri dari lima cita. Cita pertama adalah Bantul Melayani, yaitu mewujudkan Bantul Baru dengan menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, transparan dan bertanggung jawab guna menghadirkan pelayanan publik yang empatik, responsif dan berkualitas.
Cita kedua adalah Bantul Sehat, yaitu mewujudkan ekosistem kesehatan semesta dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dan dengan meningkatkan akses atas pelayanan kesehatan yang berkualitas khususnya bagi kelompok rentan.
Cita ketiga, Untoro-Wahyudi mengusung Bantul Berdikari. Paslon Nomor 1 ini akan mewujudkan Bantul sebagai arena demokratisasi ekonomi. Artinya, masyarakat akan memiliki akses yang memadai atas sumber daya dan potensi ekonomi yang tersedia guna mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.
Unggul dan berbudaya
Andit melanjutkan, Cita keempat dari Untoro-Wahyudi adalah Bantul Berdaya. Misinya adalah membangun sumber daya manusia Bantul cerdas, unggul dan berbudaya Istimewa melalui fasilitasi layanan pendidikan yang inklusif.
Cita kelima dari Untoro-Wahyudi untuk Bantul adalah Bantul Sejahtera. Paslon yang sama-sama lulusan Universitas Gadjah Mada ini ingin mewujudkan bantul sebagai ruang hidup yang layak, patut dan bermartabat melalui penguatan kelembagaan keluarga.
Andit menjelaskan Pancacita disusun setelah Untoro-Wahyudi menyerap keluh kesah dari masyarakat Bantul. Penyusunan program prioritas tersebut juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, dari akademisi, aktivis, seniman, budayawan, tokoh masyarakat, pemuka agama, milenial, hingga Gen Z.
"Pancacita merupakan program kongkret dari Paslon Nomor 1 (Untoro-Wahyudi) untuk mewujudkan Bantul Baru Rakyat Sejahtera," terang Andit. (*)