Kamis, 21 Okt 2021,


pengembangan-pariwisata-berbasis-merdeka-belajarHeri Abi Burachman Hakim, SIP, MIP. (Istimewa).


--
Pengembangan Pariwisata Berbasis Merdeka Belajar

Oleh: Heri Abi Burachman Hakim
SHARE

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah menggulirkan Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menyelenggarakan festival, seminar daring dan talk show untuk mendesiminasikan informasti terkait program ini  kepada mahasiswa, dosen, dunia industri, masyarakat umum dan stake holder lainnya. Dengan desiminasi informasi ini, diharapkan mahasiswa, dosen, dunia industri, masyarakat umum dan stake holder lainnya dapat berperan aktif dan mengambil manfaat dari program ini.


Stake holder Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, seperti pemerintah daerah, dapat memanfaatkan program ini untuk membangun pariwisata di Yogyakarta. Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat memanfaatkan peserta dari program  ini untuk membangun pariwisata di Yogyakarta. Mahasiswa peserta program ini dapat dimanfaatkan potensinya untuk pembangunan fasilitas fisik pariwista, disain kegiatan seni pertunjukan dan produk kerajian yang memiliki nilai jual serta mendukung promosi pariwisata di Yogyakarta.


Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar tiga semester di luar program studi. Bentuk kegiatan pembelajaran dalam rangka implementasi Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka terdiri pertukaran pelajar, magang atau praktek kerja, asistensi di satuan pendidikan, penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausahaan,  studi atau proyek indenpenden dan membangun desa atau kuliah kerja nyata. Berbagai program tersebut dapat diarahkan dan dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata di Yogyakarta.

Pengembangan Pariwisata


Dari berbagai kegiatan belajar yang ada di dalam program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka seperti magang kerja, membangun desa atau kuliah kerja nyata, dapat dimanfaatkan untuk membangun pariwisata di Yogyakarta. Pemerintah Daerah dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki program desain interior atau arsitektur untuk pengembangan bangunan atau fasilitas pendukung di objek wisata. Mahasiswa desain interior atau arsitektur dapat dimanfaatkan selama satu atau dua semester terlibat dalam membangunan fisik di objek wisata. Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan memperoleh sumber daya manusia yang melimpah untuk membangun gedung dan fasilitas publik di objek wisata dengan desain yang menarik.

Untuk desain kegiatan seni pertunjukan dan produk kerajinan yang memiliki nilai, pemerintah daerah dapat melibatkan perguruan tinggi seni yang ada di Yogyakarta seperti ISI Yogyakarta. Mahasiswa ini dapat dilibatkan untuk mendesain dan menampilkan berbagai pentas seni pertunjukan, yang dapat menarik minat wisatawan ntuk menikmatinya. Mahasiswa dari ISI Yogyakarta dapat diundang untuk melaksanakan pameran karya seni di objek-objek wisata yang ada di Yogyakarta. Mahasiswa ISI Yogyakarta juga dapat diminta untuk mendesain ulang atau menciptakan produk kerajinan berdasarkan potensi yang dimiliki daerah, di mana objek wisata tersebut berada.  ISI Yogyakarta telah memiliki Program Pembinaan dan Pengembangan Wilayah Seni (P3Wilsen) sebelum adanya Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Melalui program ini dosen dan mahasiswa melakukan pembinaan selama satu bulan terhadap sanggar seni, industri rumah tangga dan pelaku seni lainnya. Dengan adanya Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, maka pelibatan mahasiswa dalam pengembangan pariwisata dapat dilakukan minimal satu semester.

Untuk kegiatan desain promosi pariwisata, pemerintah daerah dapat melibatkan mahasiswa dari program studi komunikasi, desain komunikasi visual, fotografi, televisi dan animasi. Mahasiswa dari program studi tersebut mampu menciptakan poster, web, film dan animasi yang menarik minat masyarakat untuk mengakses berbagai media promosi, sehingga menggugah minat masyarakat untuk mengakses objek wisata di Yogyakarta. Mahasiswa yang terlahir pada era milenial secara otomatis memiliki kompetensi untuk melakukan promosi berbasis media sosial. Promosi melalui media sosial menawarkan jangkauan target promosi yang lebih luas dan efektivitas penyampaian pesan promosi.

Program Merdeka Belajar – Kampus  Merdeka akan menghilangkan kesan ekslusif pada lembaga pendidikan tinggi. Program ini  didesain agar proses belajar dapat dilaksanakan di luar kampus dan mendorong mahasiswa terjun ke masyarakat atau dunia kerja. Pemerintah Daerah, melalui Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan dinas terkait lainnya dapat mengoptimalkan eksistensi program ini untuk pengembangan pariwisata di Yogyakarta. Program Merdeka Belajar – Kampus  Merdeka merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Daerah dan perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. *

Heri Abi Burachman Hakim, SIP, MIP.

Pranata Humas ISI Yogyakarta

 

 



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini