Pemkab Sleman Perketat Disiplin ASN dan Kejar Pelayanan Prima di Bulan Ramadan
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa serahkan penghargaan pelayanan publik terbaik 2025. Simak daftar OPD berprestasi dan komitmen layanan prima selama Ramadan
KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten Sleman membuktikan diri sebagai salah satu barisan terdepan dalam kualitas pelayanan publik di Indonesia. Hal ini ditegaskan dalam Upacara Rutin Korpri di Lapangan Pemda Sleman, Rabu (18/2/2026), yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.
Selain menjadi ajang penguatan nilai abdi negara, momentum ini menjadi panggung apresiasi bagi instansi yang sukses meraih penghargaan Kejuaraan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEK-PPP) Mandiri 2025. Tak hanya di level daerah, dua unit kerja yakni Puskesmas Depok 3 dan Puskesmas Prambanan bahkan sukses menorehkan prestasi nasional dengan meraih predikat Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2025.
Pelayanan Publik Tetap Gaspol Selama Ramadan
Dalam amanatnya, Danang Maharsa menekankan bahwa disiplin dan integritas adalah harga mati bagi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama menjelang bulan suci Ramadan. Ia berpesan agar ibadah puasa yang dijalankan tidak menjadi alasan bagi menurunnya produktivitas maupun kualitas layanan kepada masyarakat.
“Tanpa disiplin yang kuat dan integritas yang terjaga, sulit bagi kita untuk menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar berkualitas dan dipercaya masyarakat. Mari wujudkan visi Sleman yang maju melalui pelayanan prima yang dirasakan langsung manfaatnya oleh publik,” tegas Danang di hadapan jajaran Forkopimda dan OPD.
Berikut adalah daftar instansi terbaik peraih penghargaan PEK-PPP Mandiri Sleman 2025:
- Kategori Perangkat Daerah: Peringkat 1 diraih oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), disusul Sekretariat Daerah dan RSUD Sleman.
- Kategori UPTD: Puskesmas Mlati II menduduki peringkat pertama, diikuti oleh Puskesmas Turi dan Puskesmas Gamping II.
Prestasi-prestasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi unit kerja lain untuk terus beradaptasi dengan teknologi dan melakukan evaluasi diri secara berkala guna mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berkeadaban. (*)
Nila Hastuti
