atas1

Pelari Wajib Perhatikan 30 Menit Setelah Finish

Minggu, 17 Nov 2019 | 12:27:33 WIB, Dilihat 249 Kali
Penulis : Muhammad Zukhronnee Ms
Redaktur

SHARE


Pelari Wajib Perhatikan 30 Menit Setelah Finish Agung 'Gantar' Mulyawan usai memberikan edukasi kepada para pelari yang hadir di Artos mall, Sabtu (16/11/2019) magelang, Jawa Tengah. (istimewa)

Baca Juga : Rumah Sakit Kelabakan Akibat Klaim BPJS Belum Dibayar


KORANBERNAS.ID -- Perlombaan lari terbesar di Jawa Tengah, Borobudur Marathon 2019 telah dilaksanakan, Minggu (17/11/2019). Momen ini digunakan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk membangun sinergi bersama dan menemukan keharmonisan dalam keberagaman.

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, melepas ribuan pelari sekitar pukul 05.00 WIB di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur. Dalam kesempatan itu, Ganjar menyemangati para pelari dan mendoakan para pelari agar bisa lari senang dan bahagia.

Ganjar juga ikut lari dalam kategori 10K, kehadiran Ganjar tentu membuat heboh para peserta, Gubernur Jawa Tengah yang terkenal ramah ini menjadi objek berswa-foto beramai-ramai. Tampak pula sang Istri Siti Atiqoh Supriyanti. Atiqoh juga ikut berlari, menariknya kategori yang dipilih Atiqoh lebih jauh dari Ganjar Pranowo.

Borobudur Marathon 2019 memang memberikan pengalaman baru bagi turis dan pelari untuk menjelajahi Magelang dengan cara yang berbeda. Merasakan sambutan yang hangat dari masyarakat, kelezatan kuliner, dan berbagai hal menarik yang ditawarkan oleh Magelang. Melalui wisata olahraga ini diharapkan dapat memberi ruang bagi perkembangan sektor ekonomi.

Belakangan ini, tren lari di Indonesia terus meningkat, berbagai macam komunitas dan pemerintah daerah menyelenggarakan kompetisi. Berbagai istilah dan kategori membuat ruang-ruang tersendiri, menambah banyaknya pilihan bagi penggemar lari untuk meleburkan diri.

Namun sayang, meningkatnya olahraga yang murah dan gampang dilakukan ini tidak disertai dengan edukasi yang benar. Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Indonesia (ILUNI FKUI) mencatat terdapat total lima korban meninggal dalam empat ajang lari pada 2018 hingga pertengahan 2019.

Kasus kematian mendadak yang terjadi saat ajang lari diduga akibat penanganan yang salah dan dipicu oleh hoaks kesehatan terkait olahraga lari. Hoaks kesehatan adalah informasi terkait kesehatan yang keliru dan belum terjamin serta teruji secara medis. Salah satu contoh hoaks kesehatan misalnya informasi terkait dilarangnya minum selama berlari agar tidak muntah.

Faktanya, aktivitas lari membuat tubuh berkeringat sebagai tanda otot yang sedang bekerja, sehingga tubuh harus terhidrasi agar terhindar dari potensi sengatan tinggi (heat stroke). Demi meminimalisir hal-hal salah seperti ini, Let's Move Salonpas menghadirkan Agung Gantar untuk memberikan edukasi kepada para pelari yang hadir dalam pengambilan Race Pack Collection di Artos Mall, Sabtu (16/11/2019) siang.

Pernah cedera hamstring kaki kiri justru membuat Agung "Gantar' Mulyawan move on. Sebagai pelatih lari nasional, Agung tak segan-segan membagikan tips-tipsnya kepada para pelari yang pro maupun rekreasional saja. Agung mengatakan, Jika nggak ada latihan sama sekali tentu tidak baik. Selain itu penentu lain dilapangan bisa saja berbeda, Misal ada ambisi untuk menang, tapi keadaan pada hari H faktor cuaca tidak memungkinkan.

"Faktor alam tidak bisa ditebak, tapi faktor dari dalam tubuhnya sendiri yang tiba-tiba ngedrop pas hari H juga sering terjadi. Oleh karena itu kita perlu membuat dua target lomba. Pertama untuk ambisi menang secara proposional, dan yang satu lagi target untuk yang penting sekedar finish," terangnya.

"Dengan demikian kita bisa berlari dengan happy, kan kalau rekreasional itu harusnya happy dan fun. Kalau nggak happy atau adanya pressure yang mungkin bisa mengorbankan diri sendiri kan berarti tidak rekreasi dan menyiksa diri," imbuhnya.

"Kecuali kalau atlet pro, atlet profesional ada yang dikejar, yaitu prestasi. diperlukan performa yang lebih tinggi dan persiapan yang matang. tapi untuk event seperti ini, saya sarankan tidak memasang hanya satu target, tetapi dua target," lanjutnya.

Kemudian lanjut Agung Gantar, setelah sampai finish dibutuhkan air yang sebanyak-banyaknya. Karena untuk nomor maraton pasti cairan sangat berkurang selama dipakai perlombaan. Jadi harus benar-benar refueling lagi sebanyak-banyaknya. Bahkan mungkin bisa sampai 4 liter setelah lomba harus habis dalam satu hari.

"30 menit masa Golden Window setelah mencapai finish juga perlu diperhatikan, jika dikasih minuman atau pisang harus segera dimakan.  Jangan didiemin dulu, jika tidak ada, minimal cari susu untuk diminum, karena di dalam susu terkandung cairan termasuk protein, gula sebagai bahan energi kita untuk bisa balik lagi. jika dalam 30 menit tidak terpenuhi maka akan berdampak proses recovery-nya lebih lama," pungkasnya.

Sementara itu, Fransisco Samara, Junior Product Manager PT Hisamitsu Farma Indonesia, mengatakan, Let's Move Salonpas Lima kali menjadi brand yang mendukung Event Marathon besar diseluruh Indonesia, kali ini memperkenalkan produk khusus olahraga.

"Antara lain, Salonpas gel, bahannya water based, dipakai sebelum olahraga, meredakan nyeri dan menghangatkan otot. Salonpas jet spray yang aman, untuk meredakan nyeri. Salonpas gel patch, koyok tetapi ada gel, bisa dipakai meredakan inflamasi dan mengompres otot yang nyeri. Salonpas cream, untuk pijatan ringan," tutupnya.(yve)



Minggu, 17 Nov 2019, 12:27:33 WIB Oleh : Sholihul Hadi 409 View
Rumah Sakit Kelabakan Akibat Klaim BPJS Belum Dibayar
Minggu, 17 Nov 2019, 12:27:33 WIB Oleh : Sholihul Hadi 749 View
Terbukti Budaya Ciptakan Suasana DIY Kondusif
Sabtu, 16 Nov 2019, 12:27:33 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 325 View
PRUride Ajak Pesepeda Kenali Yogyakarta

Tuliskan Komentar