Menteri Sosial Saifullah Yusuf Lepas Lima Kontainer Ekspor Produk Kerajinan Bantul

Ekspor perdana ini membuat terharu KPM sebab produk mereka dijual ke luar negeri.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf Lepas Lima Kontainer Ekspor Produk Kerajinan Bantul
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf melepas ekspor perdana produk Kerajinan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di PT Out of Asia Kayuhan Blabak, Triwidadi Kapanewon Pajangan Bantul, Selasa (9/9/2025). (sariyati wijaya)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf melepas ekspor perdana produk kerajinan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di PT Out of Asia Kayuhan Blabak Triwidadi Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul, Selasa (9/9/2025).

Tampak hadir Komisaris PT Out of Asia, GBPH Prabukusumo, Presiden Direktur Handoko Santoso, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Bupati Banyumas Sadewo, Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, para pejabat terkait di Pemkab Bantul serta KPM.

Pelepasan ditandai pengibaran bendera start oleh Menteri Sosial. Setelah itu, lima kontainer bergerak meninggalkan lokasi pabrik menuju pelabuhan di Surabaya. Ekspor perdana ini membuat terharu para KPM sebab produk mereka dijual ke luar negeri. "Senang sekali," kata Nuryanti berkaca-kaca.

Sebelumnya para KPM memperoleh pelatihan membuat anyaman berbahan baku gedebog atau pelepah pisang dan enceng gondok pada bulan Maret lalu. Pelatihan berlangsung tiga bulan.

Proses finishing dan quality control produk kerajinan di PT Out of Asia. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Lalu, mereka mendapat suplai bahan baku dari pihak PT Out of Asia dan melakukan pengerjaan produk. Hasilnya dikirim ke perusahaan untuk dilakukan finishing dan quality control agar sesuai standar ekspor dan pasar internasional.

"Melihat mereka terharu, senang dan tentu ini menambah pendapatan para KPM. Kami akan terus mendorong agar program kemitraan dan pemberdayaan ini semakin banyak yang terlibat," kata Gus Ipul, sapaaan akrab Menteri Sosial.

Program pemberdayaan akan diperluas tidak hanya dengan satu Perusahaan namun juga dengan pengusaha yang lain. "Saya sampaikan terima kasih kepada para pengusaha yang bermitra dengan kementerian kami. Begitu pun para kepala daerah yang sigap mendukung program yang kami lakukan," lanjutnya.

Ekspor perdana kali ini jumlahnya lima kontainer dengan 12 ribu-an item kerajinan. “Nilainya sekitar Rp 1,1 miliar," kata Gus Ipul.

Nilai ekonomis

Selain melepas ekspor, mensos juga berkeliling pabrik yang merupakan anak perusahaan PT Mitra Adi Perkasa Tbk tersebut dan melihat aktivitas para karyawan.

Bupati Halim menyambut baik dilaksanakannya program kemitraan Kementerian Sosial dengan pengusaha atau eksporter. "Kami siap mendata KPM mana yang sekiranya layak ikut program kemitraan atau pemberdayaan ini. Kami bukan pengusaha, jadi ranah kami persiapan KPM-nya," kata bupati.

Selain itu, Kabupaten Bantul juga siap mensuplai bahan baku di antaranya gedebog atau pelepah pisang yang selama ini kurang memiliki nilai ekonomis untuk diolah menjadi tali sebagai bahan baku pembuatan kerajinan tas, dompet, tempat tisu maupun taplak meja.

"Tadi Pak menteri juga sudah berjanji akan memberikan bantuan alat-alat untuk pengolahan gedebog pisang menjadi tali. Kita siap mendukung suplai bahan baku produk kerajinan," kata Halim. Muara dari kemitraan tersebut adalah peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bantul. (*)