Memperingati Hari Jadi ke-110 Sleman, 15 Dalang Tampil di Lapangan Denggung

Para dalang tersebut berkolaborasi menampilkan atraksi wayang kulit yang spektakuler.

Memperingati Hari Jadi ke-110 Sleman, 15 Dalang Tampil di Lapangan Denggung
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan gunungan kepada Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Ishadi Zayid pada pergelaran wayang kulit kolaborasi 15 dalang, Jumat (15/5/2026) malam. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman mengadakan pergelaran wayang kulit kolosal dengan lakon Mahasaka, Jumat (15/5/2026) malam, di Parkir Utara Lapangan Denggung Tridadi Sleman.

Acara yang dimulai pukul 20:00 ini dihadiri serta dibuka secara simbolis oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, didampingi sejumlah pejabat Pemkab Sleman.

Ada yang istimewa dalam pergelaran wayang kulit perayaan 110 tahun usia Kabupaten Sleman kali ini. Tidak hanya menampilkan satu atau dua dalang, melainkan kolaborasi dari 15 dalang sekaligus.

Para dalang tersebut berkolaborasi menampilkan atraksi wayang kulit yang spektakuler, sekaligus menyampaikan nilai-nilai luhur serta sejumlah isu terkini.

Rasa bangga

Dalang yang tampil pada acara tersebut yaitu Ki Edi Suwondo, Ki Gunawan, Ki Sancoko, Ki Agus Hadi Sugito, Ki Eko Purnomo, Ki Sri Hartanto, Ki Risang Aji, Ki Bagus Pranantyo, Ki Bayu Probo, Ki Dicky Yoga Mahendra, Ki Dhamar Asmoro, Ki Wahyu Wicaksono, Ki Rendy Ratnanto, Ki Wahyu Pradana dan Ki Zaky Kaditama.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya pagelaran wayang kulit ini. Wayang kulit bukan sekadar hiburan visual melainkan media refleksi bagi pembangunan daerah.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman, saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada semua pihak yang turut mensukseskan pagelaran wayang kulit malam ini. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen kita dalam melestarikan dan mempromosikan budaya yang kita miliki," kata Harda.

Dia menambahkan pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mendukung para pelaku seni agar kebudayaan asli daerah tidak tergerus zaman. (*)