Lulusan STIMARYO Didorong Jadi Nakhoda Masa Depan Maritim Indonesia

Lebih dari dua per tiga wilayah Indonesia adalah laut. Laut bukan pemisah, melainkan penyatu bangsa.

Lulusan STIMARYO Didorong Jadi Nakhoda Masa Depan Maritim Indonesia
Lulusan STIMARYO mengikuti prosesi Bon Voyage Perwira Muda di kampus setempat, Sabtu (4/10/2025). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Semangat kebangsaan dan cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia kembali bergema dari Yogyakarta. Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (STIMARYO) menggelar prosesi Wisuda dan Bon Voyage Perwira Muda pada 3–4 Oktober 2025.

Hal ini menandai langkah seratus taruna-taruni menuju dunia pengabdian dan profesionalisme maritim. Sebanyak 76 taruna dan 24 taruni resmi dikukuhkan sebagai lulusan STIMARYO. Upacara ini menjadi momentum strategis meneguhkan komitmen kampus terhadap pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang kemaritiman, sesuai dengan nilai utama STIMARYO yakni Discipline, Integrity dan Action (DIA).

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Sabtu (4/10/2025), mengungkapkan masa depan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari laut. Indonesia bukan hanya negara kepulauan tetapi sebuah bangsa maritim yang hidup dari, oleh dan untuk laut.

“Lebih dari dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut. Laut bukan pemisah, melainkan penyatu bangsa dan sumber kehidupan. Karena itu, sangatlah tepat jika kita menempatkan laut sebagai masa depan bangsa,” ungkapnya.

Maritim modern

Menurutnya, peran para lulusan STIMARYO sangat krusial dalam mewujudkan visi besar tersebut. Mereka bukan hanya calon pelaut dan perwira kapal, tetapi calon pemimpin bangsa yang akan menjadi nakhoda pembangunan Indonesia di era maritim modern.

“Hari ini kalian bukan sekadar menerima ijazah, tetapi diakui sebagai insan maritim yang tangguh. Seperti pelaut sejati, kalian telah ditempa oleh badai dan ombak. Kini saatnya berlayar menembus samudera kehidupan, membawa kapal besar bernama Indonesia menuju kejayaan maritim,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman, kata Danang, memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan STIMARYO sebagai lembaga yang membentuk generasi muda berwawasan global dan berakar pada nilai kebangsaan. Dia berharap lulusan STIMARYO mampu menjangkau dunia internasional tanpa meninggalkan identitas Indonesia.

“Kami berharap semakin banyak lulusan maritim dari Sleman yang menembus dunia internasional, mengharumkan nama bangsa, serta menjadi bagian dari cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujarnya.

Lulusan unggul

Ketua STIMARYO, Wegig Pratama, mengungkapkan di tengah arus globalisasi dan kompetisi internasional, STIMARYO terus menegaskan diri sebagai lembaga pendidikan tinggi maritim yang berkomitmen melahirkan lulusan unggul dan berdaya saing global.

Kualitas lulusan STIMARYO tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari karakter, disiplin dan kepemimpinan.

“Kami sangat bangga dengan capaian taruna-taruni STIMARYO. Prestasi ini membuktikan bahwa mutu pendidikan kami seimbang antara hardskill dan softskill. Lulusan STIMARYO tidak hanya kompeten di bidang kemaritiman, tetapi juga memiliki daya saing dan mental juara untuk menghadapi tantangan global,” katanya.

Prestasi para lulusan terbaik turut menjadi bukti kualitas tersebut. Thresia Tiatira Simatupang dari program studi S1 Transportasi meraih IPK sempurna 4.00 dengan predikat Summa Cum Laude.

Diterima bekerja

Dari program D3 Manajemen Transportasi Laut, Salwa Alleysha Syahada mencatat IPK 3.92 Cum Laude. Sementara Aqshal Bintang Syafa Ardani (D3 Permesinan Kapal) serta Mauldan Ginu Abbariq (D3 Studi Nautika) masing-masing lulus dengan IPK di atas 3.7 dan predikat Cum Laude.

Yang lebih membanggakan, sejumlah lulusan STIMARYO telah diterima bekerja bahkan sebelum wisuda berlangsung. Melalui kemitraan dengan berbagai perusahaan pelayaran dan logistik nasional maupun internasional, kampus ini berhasil menghubungkan lulusan dengan dunia industri sejak dini. (*)