LPPM UPNVY Dorong Peningkatan Produksi Jamu di Desa Wisata Kiringan
Program itu tidak berlangsung instan. Sejak 5 Agustus 2025, tim akademisi UPNVY melakukan survey.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) kembali menunjukkan kiprahnya mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Bersama tim akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Pertanian (FP) dan didukung mahasiswa Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMASI), UPNVY menggelar program pengabdian masyarakat di Desa Wisata Jamu Kiringan, Kapanewon Jetis Kabupaten Bantul.
Program ini mengusung topik peningkatan skala produksi dan distribusi jamu, produk unggulan Desa Kiringan yang telah dikenal luas sebagai destinasi wisata herbal. Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan peresmian greenhouse, Minggu (14/9/2025).
Fasilitas baru ini diharapkan mampu menjadi tonggak baru dalam produksi jamu. Selain itu menjadi sarana pembelajaran teknologi pertanian modern bagi warga desa.
Tidak instan
Program pengabdian masyarakat itu tidak berlangsung instan. Sejak 5 Agustus 2025, tim akademisi UPNVY telah melakukan survei lahan untuk memastikan kesesuaian lokasi dengan kebutuhan pertanian modern.
Langkah awal tersebut dilanjutkan pada 21 Agustus 2025 dengan persiapan media tanam yang meliputi pengolahan tanah, pemberian pupuk, dan penyesuaian kondisi lahan agar siap digunakan.
Pada 23 Agustus 2025, pembangunan greenhouse resmi dimulai. Fasilitas ini dirancang untuk melindungi tanaman herbal dari cuaca ekstrem, sekaligus menjadi pusat edukasi bagi masyarakat setempat dalam menerapkan teknologi pertanian.
Momentum penting lainnya terjadi 28 Agustus 2025 ketika dilakukan penanaman bibit herbal. Kegiatan ini melibatkan tim akademisi FEB (Dr Kusharyanti SE M Si Ak CA dan Marita SE M Si Ak CA). Sedangkan tim FP terdiri Ir Suwardi MP, Sri Astuti SE M Si AK CA, mahasiswa HIMASI serta warga Desa Kiringan.
Masyarakat aktif
Penanaman bibit tidak hanya bersifat seremonial tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif. Warga mendapat penjelasan langsung mengenai teknik penanaman yang benar sehingga mampu meningkatkan keterampilan mereka.
"Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat juga diharapkan memperkuat rasa kepemilikan warga terhadap program ini," kata Kusharyanti, ketua tim akademisi program pengabdian.
Pada 7 September 2025, Suwardi dari Fakultas Pertanian UPNVY memberikan sosialisasi yang membekali masyarakat dengan pengetahuan praktis. Materi yang disampaikan meliputi teknik penanaman, cara perawatan tanaman, pemanfaatan sistem irigasi tetes yang efisien, serta metode penanganan hama yang ramah lingkungan.
Sosialisasi ini menjadi bekal tambahan bagi warga untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus memperluas wawasan mengenai pertanian berkelanjutan.
Pertanian modern
"Program Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan langkah konkret Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, dosen dan mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Gibran Hadri Ramadhan selaku Ketua HIMASI 2025 menyatakan optimisme mahasiswa terhadap masa depan Desa Kiringan. “Kami optimis bahwa Desa Wisata Jamu Kiringan dapat berkembang sebagai desa wisata berbasis pertanian modern yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Dengan adanya program ini, LPPM, dosen dan mahasiswa UPNVY, khususnya melalui Accounting Community Project HIMASI, berharap dapat membantu masyarakat Desa Kiringan meningkatkan kapasitas produksi jamu, memperkuat jaringan distribusi, dan mengembangkan potensi desa wisata berbasis pertanian.
Program ini juga diharapkan memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, sekaligus menjadi media pembelajaran mahasiswa. Kegiatan ini dinilai mampu mengasah kepekaan sosial, melatih kerja sama lintas disiplin, serta menumbuhkan semangat kontribusi bagi bangsa dan negara.
Beberapa bulan
Dalam kesempatan pembukaan greenhouse, tim akademisi menyampaikan rencana kegiatan pengabdian yang akan digelar dalam beberapa bulan ke depan.
Agenda tersebut meliputi edukasi dan pelatihan pembuatan laporan keuangan, pelatihan serta pendampingan penggunaan teknologi digital untuk pemasaran, serta optimalisasi produksi dan pengembangan inovasi produk turunan jamu, seperti es krim jamu dan brownies jamu.
Melalui langkah berkesinambungan, UPNVY berharap Desa Wisata Jamu Kiringan dapat menjadi contoh desa wisata berbasis pertanian modern yang mampu bersaing sekaligus menumbuhkan kesejahteraan masyarakat setempat. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
