"Lihat, Bandaranya Besar Sekali..."
Sepanjang rute dari Stasiun Yogyakarta menuju YIA dan kembali, anak-anak disabilitas diperkenalkan dengan dunia transportasi umum yang selama ini mungkin terasa asing bagi mereka.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Mata kecil itu berbinar penuh keingintahuan. Tangan-tangan mungil menyentuh jendela kereta dengan takjub saat pemandangan berganti dari hiruk-pikuk kota menuju hamparan sawah di sekitar Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Ini bukan sekadar perjalanan biasa bagi anak-anak disabilitas dari Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta, melainkan petualangan yang membuka horizon baru dalam hidup mereka.
Melalui program KAI Bandara Bersama Teman Istimewa, PT Railink menghadirkan pengalaman berharga yang mungkin tak akan terlupakan bagi para "teman istimewa" ini. Sebuah inisiatif yang mendobrak batasan dan memberi makna lebih dari sekadar perjalanan kereta.
"Lihat, bandaranya besar sekali..." seru seorang anak dengan antusiasme tinggi ketika kereta mendekati area bandara. Keceriaan dan rasa ingin tahu yang terpancar dari wajah-wajah polos mereka menjadi pemandangan yang menghangatkan hati para pendamping dan petugas KAI Bandara.
Sambil menjelajah
Mengangkat konsep Edutrain, perjalanan ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga edukatif.
Sepanjang rute dari Stasiun Yogyakarta menuju YIA dan kembali, anak-anak disabilitas diperkenalkan dengan dunia transportasi umum yang selama ini mungkin terasa asing bagi mereka.
"Kami berkomitmen untuk melayani anak-anak disabilitas sebagaimana masyarakat pada umumnya," ujar Supriyanto, Vice President Sekretaris Perusahaan PT Railink, kepada wartawan yang turut serta dalam perjalanan tersebut.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan mereka pada moda transportasi kereta api, memberikan edukasi, serta mengajak mereka menikmati perjalanan dengan KA Bandara," tambahnya.
Fasilitas publik
Di tengah deru mesin kereta dan gemuruh pesawat di kejauhan, para "teman istimewa" ini belajar tentang bagaimana kereta api beroperasi, bagaimana bandara berfungsi dan bagaimana mereka juga berhak mengakses segala fasilitas publik tanpa terkecuali.
Keramahan petugas KAI Bandara menjadi nilai tambah perjalanan kali ini. Dengan penuh kesabaran, mereka mendampingi dan membantu anak-anak disabilitas menikmati setiap momen perjalanan.
Mulai dari membantu mendorong kursi roda hingga menuntun anak-anak yang membutuhkan bantuan khusus. Tidak hanya itu, PT Railink telah memastikan fasilitas di seluruh stasiun operasionalnya ramah bagi penyandang disabilitas.
Toilet khusus, jalur tunanetra, kursi roda serta petugas pendamping yang siap membantu adalah bukti nyata komitmen perusahaan dalam menciptakan transportasi yang inklusif.
Ramah lingkungan
"Kami ingin menjadikan KA Bandara tidak hanya sebagai transportasi yang ramah lingkungan, tetapi juga ramah bagi teman-teman disabilitas," jelas Supriyanto.
"Petugas kami siap membantu, baik dalam mendorong kursi roda maupun menuntun penumpang yang membutuhkan. Ini adalah bagian dari komitmen KAI Bandara dalam menciptakan layanan yang inklusif dan nyaman bagi seluruh pengguna," lanjutnya.
Di balik program yang terlihat sederhana ini, terdapat tujuan yang lebih besar yaitu menanamkan benih kemandirian pada anak-anak disabilitas.
Dengan mengenalkan mereka pada transportasi publik sejak dini, PT Railink berharap kelak mereka tidak lagi merasa asing dan dapat menggunakan fasilitas publik dengan lebih percaya diri.
Dunia luar
Seorang pendamping dari Yayasan Sayap Ibu mengakui kegiatan semacam ini sangat penting bagi perkembangan sosial anak-anak.
"Mereka perlu tahu bahwa dunia luar juga milik mereka. Bahwa mereka bisa pergi ke mana saja seperti anak-anak lainnya," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Program KAI Bandara Bersama Teman Istimewa memang lebih dari sekadar tanggung jawab sosial perusahaan. Ini adalah bukti bahwa akses terhadap mobilitas adalah hak semua orang, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Ketika kereta kembali memasuki Stasiun Yogyakarta, wajah-wajah lelah namun bahagia para "teman istimewa" ini menjadi kenangan tak terhapuskan.
Kesetaraan
Untuk beberapa jam, mereka telah menjadi penumpang istimewa yang disapa ramah dan dilayani dengan setulus hati. Untuk beberapa jam pula, batasan-batasan yang selama ini mungkin mereka rasakan, runtuh begitu saja.
Inilah yang ingin ditunjukkan PT Railink, bahwa sebuah perjalanan kereta bisa menjadi jembatan kesetaraan dan membuka jendela seluas-luasnya bagi mereka yang selama ini mungkin terpinggirkan. (*)