Local Gigs Sukses Digelar di Kenes Soho
Setiap acara berlangsung semalam dan menampilkan band-band lokal dengan tema berbeda.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Sebuah konser bertajuk Konspirasi Tuan Tanah (KTT) LOCAL GIGS sukses digelar di Kenes Soho Jalan Magelang Km 5,5 Sleman. Kegiatan dalam rangkaian perayaan 15 Tahun Konspirasi Tuan Tanah ini menampilkan band lokal yakni KTT Home band, Black Langues, The Bapuk, Rootmic, Oversight, Vero BK& The Tumble Boys, Paku Ning Ratan dan Gerak Bertindak.
Panitia acara, Topan Murdoxh, melalui siaran pers ke redaksi koranbernas.id, Jumat (16/1/2026), menjelaskan acara ini sukses digelar Rabu (14/1/2025) malam.
“Jadi, KTT LOCAL GIGS adalah rangkaian acara perayaan ulang tahun ke-15 Konspirasi Tuan Tanah yang dikemas dalam format gigs beruntun sebanyak 15 kali penyelenggaraan. Setiap acara berlangsung semalam dan menampilkan band-band lokal dengan tema berbeda setiap seri,” kata Topan.
Disebutkan, KTT LOCAL GIGS bertujuan menjadi wadah ekspresi musik secara offline bagi band dan musisi lokal. Acara ini sebagai ruang temu, tampil dan apresiasi nyata di tengah dominasi platform digital.
Berkelanjutan
Dalam konteks perayaan 15 tahun KTT, KTT LOCAL GIGS digelar secara rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk konsistensi menjaga dan merawat ekosistem musik lokal.
KTT LOCAL GIGS diharapkan menjadi ruang pertemuan langsung (tatap muka) di era digital dan menghidupkan kembali interaksi manusiawi yang tidak tergantikan oleh layar.
“Meski beradaptasi dengan teknologi, KTT menegaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial dan budaya Indonesia sangat lekat dengan kebiasaan berkumpul, berinteraksi, serta merayakan kebersamaan. Ke depan, KTT LOCAL GIGS diharapkan terus tumbuh sebagai ruang kolektif yang menjaga nilai humanity dalam pergerakan musik dan budaya lokal,” katanya.
Konspirasi Tuan Tanah adalah kolektif atau ruang kreatif berbasis musik dan budaya independen yang tumbuh di Yogyakarta. Selama lebih dari 15 tahun, KTT konsisten menjadi bagian dari pergerakan musik bawah tanah dengan semangat kolektif, solidaritas dan kemandirian.
Ruang ekspresi
KTT tidak hanya menyelenggarakan acara musik, tetapi juga menjadi ruang temu, ruang ekspresi dan ruang bertumbuh bagi musisi serta pelaku kreatif lintas disiplin.
Di era digital, KTT tetap menekankan pentingnya pertemuan langsung sebagai pengalaman sosial, sembari memanfaatkan teknologi sebagai sarana dokumentasi dan perluasan jangkauan tanpa kehilangan ruh kebersamaan. Program KTT LOCAL GIGS menjadi bentuk perayaan sekaligus pernyataan sikap bahwa musik bukan sekadar konten, melainkan pengalaman kolektif.
Salah seorang penonton, Maria Ninis, mengatakan event ini bisa menjadi ruang ekspresi dan aspirasi serta menyuarakan kegelisahan akan situasi yang ada melalui lagu yang dinyanyikan dengan syair-syair yang kritis oleh beberapa band yang tampil.
“Ini adalah ruang diskusi dan ekspresi, harapannya jangan dihambat.Justru generasi muda perlu kritis, artinya kita punya generasi masa depan yang cerdas. Rawatlah, sayangilah generasi muda. Sejarah mencatat bagaimana peran generasi muda dalam proses perjuangan dan perubahan,” katanya. (*)
Sariyati Wijaya
