Konferensi Internasional Geopark di Maroko Beralih ke Tenda

Semua tamu hotel keluar dan terpaksa harus tidur di tenda.

Konferensi Internasional Geopark di Maroko Beralih ke Tenda
Penutupan Konperensi Global Geopark di Marakesh, diselenggarakan di tenda. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, MAROKO – Gempa bumi yang melanda Marrakesh Maroko menyebabkan korban tewas setidaknya 2.012 orang dan 2.059 orang terluka, termasuk 1.404 orang dalam kondisi kritis.

Bencana alam itu juga mempengaruhi kegiatan konferensi Internasional Global Geopark di Marakesh, semula berlangsung di hotel beralih ke tenda.

Lebih dari 1.500 orang peserta Konferensi Internasional Global Geopark ke-10 di Marrakesh selama beberapa hari berkumpul di kota itu, termasuk delegasi Geopark Kebumen yang dipimpin Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.

"Gempa terjadi pukul 23:00 saat semua peserta sudah masuk kamar hotel untuk istirahat. Guncangannya sangat kencang. Semua tamu hotel keluar dan terpaksa harus tidur di tenda, " ujar Arif Sugiyanto, Senin (11/9/2023).

ARTIKEL LAINNYA: Kerja Sama Geopark, Bupati Kebumen Teken MoU dengan Thailand dan Malaysia

Pascagempa, Dewan Council Global Geopark Network mengumumkan beberapa hal terkait kelanjutan dari konferensi ini. Di antaranya, seluruh kegiatan pada hari terakhir konferensi dipindahkan ke tenda.

Beberapa kegiatan terakhir berupa workshop dibatalkan. Acara closing ceremony hanya dilaksanakan di tenda secara sederhana, tanpa musik dan pertunjukan. Ini dimaksudkan untuk menghormati para korban gempa.

"Kita juga ikut berpartisipasi membantu para korban gempa Maroko dengan melaksanakan aksi donor darah dan penggalangan dana bantuan kemanusiaan," kata Arif Sugiyanto. (*)