Kepala Staf Kepresidenan Kunjungi Sekolah Rakyat, "Boleh Makan Pakai Mi Ayam Ya, Pak..."

Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kesempatan anak-anak menikmati pendidikan gratis.

Kepala Staf Kepresidenan Kunjungi Sekolah Rakyat, "Boleh Makan Pakai Mi Ayam Ya, Pak..."
Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Letjen (Purn) AM Putranto, Jumat (8/8/2025), meninjau anak-anak Sekolah Rakyat (SR) Menengah Atas 19 DIY saat sedang makan. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- "Enak, Pak, menunya ganti-ganti. Hari ini ayam chicken, sayur sop, buahnya semangka dan ada kerupuk."

"Kadang ada nasi kuning juga. Lauk dan sayurnya di sini ganti-ganti.”

"Boleh makannya pakai mi ayam ya, Pak?"

Itulah sebagian ungkapan para pelajar Sekolah Rakyat (SR) Menengah Atas 19 DIY di Sonosewu Kalurahan Ngestiharjo Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul saat dikunjungi Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Letjen (Purn) AM Putranto, Jumat (8/8/2025).

Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Letjen (Purn) AM Putranto mengajak dialog anak-anak SR Menengah Atas 19 DIY di sela-sela makan. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Dengan mengenakan baju olahraga biru dongker, para siswa tertib menikmati jatah makan siang yang disediakan pihak SR melalui jasa katering. Mereka duduk rapi di ruang makan dan berdoa bersama sebelum menikmati menu yang tersaji.

"Boleh-boleh. Nanti bilang dengan walinya ya,biar bisa disediakan mi ayam. Tapi enak ya menunya?" kata Putranto.

"Enak, Pak…" jawab anak-anak itu kompak.

Selain berdialog, Kepala Staf Kepresidenan juga sempat mencicipi nasi yang ada di meja prasmanan dan tepung krispi goreng.

Pendidikan gratis

"Gurih,enak menunya. Yang terpenting kalau makan itu bagi saya nasinya. Jadi kalau nasinya hangat dan bagus pasti akan terasa lebih enak. Jadi nanti diusahakan agar nasi yang dikonsumsi anak-anak ini adalah selalu nasi yang bagus," kata Putranto.

Kepada media dia mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kesempatan anak-anak menikmati pendidikan gratis.

"Beliau sangat konsens terhadap dunia pendidikan. Yang disasar bukan hanya yang sudah mampu atau mapan tapi ingin memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara. Termasuk SR yang dimotori Kementerian Sosial untuk menampung mereka yang tidak mampu," katanya.

Direncanakan akan ada 200 sekolah dan saat ini yang sudah berjalan 63 sekolah dan terus bertambah.

Disiapkan asrama

"Anak-anak ini tidak hanya sekolah tapi disiapkan berasrama. Mereka dapat makan tiga kali, tempat tidur memadai dan tempat pendidikan yang memadai. Kebetulan di Bantul ini pakai gedung Litbang Kemensos. Maka saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang membantu penyelenggaraan SR. Selain Kemensos juga ada TNI, Polri dan pihak-pihak lain," katanya.

"Yang terpenting lagi setiap 10 siswa punya bapak atau ibu asuh sejak masuk hingga mereka lulus kelak untuk memantau perkembangannya. Pokoknya semangat," katanya.

Kepala SR Menengah Atas 19 DIY, Agus Ristanto M Pd, mengatakan para siswa yang berjumlah 200 orang memperoleh fasilitas tempat untuk tinggal atau asrama. Selain itu, juga mendapatkan jatah makan tiga kali serta sarana atau fasilitas pendidikan.

"Jadi nanti makanan itu kalau masih sisa, anak-anak bisa nambah lagi. Mungkin tadi kan ada yang malu-malu ya ngambilnya. Umpamanya makan sedikit nanti masih boleh ngambil lagi karena memang sekarang mereka di masa-masa pertumbuhan. Ada yang makannya sedikit, tapi juga ada yang makannya banyak. Nanti mereka boleh bebas mengambil lagi jika lapar," katanya. (*)