Senin, 25 Jan 2021,


keluarga-harus-jadi-madrasah-utama-anakDosen UAD, Yusutria, dalam program PKM di Masjid Al-Amanah Pilahan Rejowinangun Kotagede Yogyakarta. (istimewa)


Yvesta Putu Ayu Palupi

Keluarga Harus Jadi Madrasah Utama Anak


SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yusutria, menyatakan peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter anak. Bahkan keluarga menjadi madrasah utama dalam mendidikn anak.

"Keluarga adalah madrasah utama dan pertama bagi anak," ujar Yusutria, Selasa (12/1/2021), usai menyelesaikan program Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Masjid Al-Amanah Pilahan, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta pada 13 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021.

Menurut Yusutria, pendidikan di keluarga perlu disesuaikan dengan pendidikan Islam. Selain itu sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Menurutnya, keluarga dan institusi pendidikan harus mampu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia. Selain itu sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Oleh karena itu kiprah orangtua dalam rumah tangga sangat diharapkan pada pendidikan anaknya. Mereka harus memiliki tanggungjawab yang besar terhada pola asuh, memilihara, membesarkan, mendidikan dan melindungi anaknya dan lebih memahami karakter anaknya, karena waktu anak lebih banyak berada di rumah.

"Untuk memanusiakan manusia sehingga menjadi insan kamil diperlukan strategi yang matang dan dimulai sejak awal. Sebab pendidikan mulai dari ayunan sampai keliang lahat, yang lebih dikenal dengan pendidikan sepanjang hayat," ujarnya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini