Kasus BOS Afirmasi Dikhawatirkan Tekan Guru

Kasus BOS Afirmasi Dikhawatirkan Tekan Guru

KORANBERNAS.ID,PURWOREJO--Persoalan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja membuat rasa takut beberapa Kepala Sekolah Dasar (SD) yang menerima program tersebut. Buntut dari kejanggalan dalam pembelanjaan keperluan Sekolah dengan dana BOS Afirmasi tersebut, puluhan Kepala SD diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Purworejo.

Luhur Pambudi selaku Pemerhati pendidikan juga mantan Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) 2015-2019 menuturkan pihaknya merasa prihatin dengan  isu BOS Afirmasi yang berkembang. Menurutnya hal tersebut sangat menganggu pendidikan di Purworejo.

"Beberapa Kepala SD mendatangi saya menyampaikan keluh kesahnya terkaitan pemeriksaan Kejari Purworejo terkait BOS Afirmasi. Mereka ketakutan, bahkan Kepala SD yang dipanggil Komisi IV hari ini Kamis (22/4/2021) hari ini tampak ketakutan," ujarnya kepada koranbernas.id, Kamis (22/4/2021) di gedung DPRD Kabupaten Purworejo.

Pihaknya berharap Kejaksaan Negeri Purworejo (Kejari) segera menuntaskan kasus tersebut.

"Yang salah ya segera dinyatakan salah dan yang benar biar tidak tertekan," ujarnya.

Dia menuturkan ada rasa khawatir jika Kepala SD karena tertekan menghadapi pemeriksaan di Kejaksaan. Hal tersebut akan menghambat kreasi dan inovasi pendidikan.

"Saya berharap Kejari dalam melakukan pemeriksaan kepada Kepala SD tidak menimbulkan tekanan psikis. Saya yakin Kepala SD adalah korban kebijakan, menjadi ketakutan luar biasa," imbuhnya.

Apalagi lanjutnya, di masa pandemi Covid-19 guru perlu inovasi untuk pembelajaran di tengah wabah. Dia melihat banyak yang takut berbuat lebih.

"Mereka takut salah, Beberapa Kepala SD ketemu saya hari ini 'ndredeg'," tandas Luhur yang juga menjabat anggota DPRD Kabupaten Purworejo.(*)