Kampanyekan Gemarikan Untuk Penurunan Angka Stunting

Kampanyekan Gemarikan Untuk Penurunan Angka Stunting

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO--Dalam rangka penurunan angka stunting Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo, membagikan paket Gemarikan kepada ibu hamil, menyusui dan anak. Acara yang dipusatkan di Desa Kaligintung Kecamatan Pituruh, Kamis (24/2/2022) tersebut, dihadiri Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Pokja 3 PKK Provinsi Jawa Tengah, Forkopimcam Pituruh dan unsur terkait lainya.

Dalam sambutannya, Yuli Hastuti mengucapkan terimakasih kepada perangkat daerah dan seluruh komponen masyarakat, yang telah ikut serta memeriahkan Hari Jadi ke-191 Kabupaten Purworejo dengan berbagai kegiatan. Termasuk kegiatan pemberian paket gemarikan dalam rangka penurunan angka stunting, yang dipusatkan di Desa Kaligintung.

“Seperti kita ketahui, sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dan sangat menentukan daya saing suatu bangsa. Sehingga pembangunan sumber daya manusia menjadi investasi yang berharga bagi masa depan,” terangnya.

Namun saat ini, menurut Yuli, pemerintah dihadapkan pada persoalan serius yakni kondisi gizi buruk pada penduduk yang mengakibatkan terjadinya stunting atau tubuh kerdil pada anak. Fenomena tersebut tentunya akan berdampak pada tingkat kecerdasan, kemampuan kognitif dan kesehatan karena mudah sakit. Oleh karenanya, secara nasional pemerintah berupaya menurunkan prevalensi anak balita penderita stunting dari 27,6 persen pada 2019 menjadi 14 persen di tahun 2024.

“Upaya penurunan angka stunting antara lain dilakukan dengan meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat, salah satunya konsumsi ikan. Karena ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat tepat dalam penyediaan gizi yang sehat, halal dan baik terhadap keluarga,” tandasnya.

Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Husni SE MPi menjelaskan, rendahnya konsumsi ikan di Indonesia berbanding terbalik dengan wilayahnya yang kaya akan sumber daya kelautan dan perikanan serta merupakan pemasok 10% komoditas perikanan dunia. Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) yang digagas oleh kementerian KKP selain bertujuan untuk mengurangi angka gizi buruk atau stunting, juga bertujuan untuk bersama-sama membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat agar gemar mengonsumsi ikan. Harapannya, langkah ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Makan ikan dapat meningkatkan kualitas SDM dan daya saing bangsa melalui generasi yang sehat dan cerdas, karena keunggulan ikan di antaranya adalah kandungan gizinya lengkap, baik gizi mikro maupun makro yang bermanfaat untuk mencegah sindrom autisme dan masih banyak lagi manfaat lainya,” pungkasnya. (*)