Kamis, 04 Mar 2021,

kala-dua-seniman-muda-mengekspresikan-masa-lalunyaPengunjung menikmati pameran di kedua galeri Tirtodipuran Link, Yogyakarta. (dok. srisasanti syndicate)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Kala Dua Seniman Muda Mengekspresikan Masa Lalunya

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Rasa penuh ketidakpastian dan kerapuhan dunia dalam menghadapi pandemi Covid-19 ditampilkan seniman muda asal Yogyakarta ke dalam karya-karya lukisannya. Adalah Galih Reza Suseno, pemilik gaya dekoratif-surealis ini mewujudkan kegelisahannya dalam tema spiritual, alam semesta, dan makna pengalaman hidupnya sendiri.

Pameran bertajuk The Wanderlust yang dihelat Galeri Kohesi Initiatives, Tirtodipuran Link, Yogyakarta dari 15 Februari hingga 28 Maret 2021 ini mengungkapkan perasaan Galih saat berkarya di tengah masa ketidakpastian dan kerapuhan dunia dalam pandemi.

Terlepas dari segala bentuk penderitaan dan perjuangan manusia, Galih melihat saat ini sebagai ruang dimana kasih, kebaikan dan solidaritas global terus terlihat dan terasa.

"Kebaikan ini mendorong saya untuk mewujudkan keyakinan-keyakinan kecilnya melalui karya-karya yang dibuat untuk The Wanderlust, satu masa yang tak pasti mewujudkan kegelisahan dalam tema spiritual, alam semesta, dan makna pengalaman hidup saya sendiri," ungkapnya dalam keterangan tertulis kepada koranbernas.id, Rabu (17/2/2021).

Dalam proses pengkaryaannya, Galih yang tengah bereksperimen dengan berbagai teknik, media dan material ini, seperti menemukan subject matter dan ideologi baru sebagai respon aktifnya dalam membaca fenomena yang saat ini terjadi.

"Eksplorasi teknik artistik yang sering digunakan adalah plototan (memeras cat langsung di atas kanvas) untuk membentuk sebuah karya bertekstur yang hampir menyerupai karya tiga dimensi," lanjutnya.

Bersamaan dengan pameran The Wanderlust, Galeri Srisasanti Syndicate juga menggelar pameran tunggal Lucid Fragments oleh seniman Roby Dwi Antono. Dalam karya di pameran ini Roby menyinggung pengalaman dan memori personal dari masa lalunya, yang ia kumpulkan dan rangkai dari pecahan-pecahan ingatannya.

Dalam pameran Lucid Fragments, Roby mencoba untuk mengingat kembali kenangan masa kecilnya dalam campuran momen-momen kecil tak terlupakan tentang keluarganya, orang-orang yang tumbuh bersamanya, dan tempat yang ia sebut sebagai rumah.

"Seluruh kenangan sentimental ini saya terjemahkan menjadi karya-karya pop surealis yang khas. Dengan berbagai macam kenangan baik maupun buruk, karya pada pameran ini merupakan representasi dari nostalgia dan kehidupan, akumulasi masa lalu dan pengejaran masa depan yang tak terduga," papar Roby.

Roby Dwi Antono merupakan seniman kontemporer muda Indonesia yang memiliki sejarah perjalanan karir dan prestasi yang sudah dikenal masyarakat seni rupa kontemporer internasional.

Walaupun tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang seni rupa, Roby tetap dapat menciptakan karya-karya yang relevan dan kontekstual dengan gaya pop surealisnya yang telah banyak menarik perhatian para pengagum seni rupa tanah air serta internasional.

Roby Dwi Antono juga sering mewakili Indonesia dalam pameran maupun festival seni di berbagai negara. Karyanya telah dipamerkan di New York, Los Angeles, Tokyo, Melbourne, dan Manila dan lainnya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini