Selasa, 30 Nov 2021,


kabul-merasa-lega-delapan-bulan-menunggu-proyek-padat-karya-akhirnya-terlaksanaProgram padat karya di Dusun Kalidadap 1 Kalurahan Selopamioro Kapanewon  Imogiri, Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Kabul Merasa Lega, Delapan Bulan Menunggu Proyek Padat Karya Akhirnya Terlaksana

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Rasa gembira tampak di wajah Kabul, ketua kelompok padat karya Dusun Kalidadap 1 Kalurahan Selopamioro Kapanewon  Imogiri Bantul. Setelah menunggu hampir delapan bulan, akhirnya program yang dinantikan masyarakat dapat digulirkan.


Bersama 25 warga lainnya dirinya sempat menunggu dalam ketidakpastian, menyusul penundaan program padat karya karena anggarannya digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19.


Pemberitahuan tentang penundaan program padat karya disampaikan Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Bantul, sebulan setelah sosialisasi pada Maret 2020. Saat itu dirinya mengaku sedikit kecewa mengingat padat karya menjadi salah satu program yang diharapkan masyarakat. Apalagi pada kondisi pandemi saat dirinya membutuhkan tambahan penghasilan untuk menyambung hidup.

Menyadari anggaran digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting, warga dapat menerima dengan lega sambil terus berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir dan program padat karya dapat bergulir kembali. Rupanya doa ini terkabul. Pada penghujung tahun 2020 program padat karya dimulai. Hal ini disambut dengan suka cita oleh masyarakat. “Alhamdulillah program padat karya akhirnya terlaksana," ucap Kabul.


Rasa suka cita masyarakat menyambut kembali bergulirnya program padat karya, juga disampaikan Kepala Dukuh Kalidadap 1, Setiyanto. Ditemui di lokasi padat karya Kamis (26/11/2020) dia mengatakan sejak menerima kabar akan kembali bergulirnya program padat karya, warga sudah tidak sabar untuk mulai berkerja.

Sikap ini dapat dimaklumi menyusul program padat karya yang dapat menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat. Selain gembira karena daerahnya akan mendapat bantuan infrastruktur dari pemerintah. “Sebab kalau dilakukan secara swadaya membutuhkan biaya besar dan tidak mungkin dilakukan,” kata dia.

Setiyanto mengaku selama menjabat Kepala Dukuh wilayahnya sudah menerima dua kali program padat karya. Tahun ini berupa pembuatan talud jalan, sebelumnya berupa cor blok jalan.

Dengan karakter wilayah pegunungan, Dusun Kalidadap masih membutuhkan sentuhan program padat karya khususnya untuk pembuatan talud jalan. “Warga merasa senang program padat karya kembali dilaksanakan pada akhir tahun ini,” katanya.  (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini