Jumat Kliwon Bulan Sura, Jamasan Pusaka Museum Tosan Aji Diawali Penyerahan Keris Luk Sewelas
Jamasan pusaka bermakna sebagai reresik jiwa raga, membersihkan diri lahir dan batin.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Bertepatan dengan bulan Sura, Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar jamasan pusaka koleksi Museum Tosan Aji. Jamasan dilaksanakan Jumat Kliwon (12/7/2024). Ada sebanyak 1.283 tosan aji yang dijamas atau dibersihkan.
Prosesi jamasan diawali penyerahan pusaka pilihan berupa keris tua luk sewelas dan keris lurus berdapur Brojol oleh Asisten 1 Sekda Purworejo Bambang Susilo kepada juru jamas Teguh Wahyu Kuntoro.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan kenduri dipimpin Asisten 1 Sekda Purworejo, Bambang Susilo. Kemudian, memotong tumpeng nasi suci atau nasi putih diletakkan piring dilengkapi lauk pauk dan diserahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Wasit Diono.
Bambang Susilo mewakili Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan di dalam bulan Sura tradisi Jawa, pusaka tosan aji perlu dijamasi. "Jamasan pusaka bermakna sebagai reresik jiwa raga, membersihkan diri lahir dan batin," jelasnya. Selain itu, jamasan pusaka juga sebagai upaya nguri-nguri kebudayaan.
Bambang Susilo menyerahkan potongan tumpeng kepada Kepala Dindikbud, Wasit Diono. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)
Wasit Diono menambahkan jamasan tosan aji 2024 merupakan program kerja Dindikbud Kabupaten Purworejo yang berlangsung di Museum Tosan Aji. "Jamasan pusaka dilakukan dalam rangka pelestarian budaya merawat pusaka, edukasi untuk generasi muda,” ungkapnya.
Selain itu, juga sebagai wujud lambang mensucikan diri lahir dan batin disertai harapan Purworejo mulya bisa terlaksana.
"Inti kegiatan hari ini semua pusaka yang tersimpan dijamas untuk perawatan. Ada 1.283 tosan aji yang akan dijamas, dengan dua pusaka pilihan yaitu keris tua luk sewelas dan keris lurus berdapur Brojol. Acara dilanjutkan Jumat malam (malam Setu Legi) berupa edukasi jamasan pusaka," tambahnya.
Menurutnya, jamasan pusaka tahun ini digelar sederhana sebab 2024 merupakan tahun politik. Ada surat edaran untuk event yang melibatkan banyak orang hendaknya dilakukan tidak berlebihan.
Kabid Kebudayaan Dindikbud Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, mengatakan pada jamasan pusaka tahun ini pihaknya bergabung dengan kelompok gendhing Setu Legi.
Merawat pusaka
"Materi gendhing Setu legi kali ini adalah edukasi jamasan pusaka tosan aji. Dalam bahasa ilmiah adalah proses konservasi untuk merawat pusaka agar tidak rusak," jelasnya.
Untuk menentukan waktu jamasan, dinas berkonsultasi dengan sesepuh. "Menurut sesepuh, pelaksanaan jamasan pusaka yang baik jatuh pada malam satu Sura atau Jumat Kliwon. Kami mengambil Jumat Kliwon,” ungkapnya. (*)