Minggu, 06 Des 2020,


hati-sapi-terinfeksi-cacing-pita-tetap-dijualPetugas meninjau RPH Baledono Purworejo. (w asmani/koranbernas.id)


asmani

Hati Sapi Terinfeksi Cacing Pita Tetap Dijual


SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Pemerintah Kabupaten Purworejo melakukan pembinaan dan pengawasan bahan pangan asal hewan.

Pembinaan dilakukan dengan cara terjun langsung ke 20 pasar di kabupaten ini serta RPH (Rumah Pemotongan Hewan).


Baca Lainnya :

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo, Wasit Diono, menyatakan kegiatan tersebut untuk melindungi konsumen. “Agar bahan pangan asal hewan yang beredar di pasaran memenuhi aspek aman, sehat, utuh dan halal,” ungkapnya, Selasa (19/5/2020).

Kegiatan dengan leading sector DPPKP itu melibatkan instansi terkait seperti Polres, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP), Satpol PP, Bagian Hukum dan pengawas mutu hasil pertanian.


Baca Lainnya :

Dia menjelaskan pengawasan di RPH dilakukan pada dini hari sekitar pukul 02:30 saat dimulainya proses pemotongan. Selain itu, daging dari luar kota yang diperiksa ulang di RPH Baledono juga datang sekitar jam tersebut.

“Penyembelihan sapi harus dilakukan di RPH, untuk memastikan sapi yang dipotong bukan sapi betina produktif,” katanya.

Wasit mengungkapkan, hasil temuan pengawasan pada hari itu antara lain adanya hati sapi terinfeksi cacing pita yang dijual di Pasar Suronegaran kurang lebih 2,6 kg dan di Pasar Baledono 1/2 kg.

“Hasil temuan itu langsung kita sita untuk kemudian dimusnahkan, karena berbahaya apabila dikonsumsi manusia,” katanya.

Berdasarkan data, peredaran  daging sapi di Pasar Purworejo hari itu antara lain berasal dari RPH Baledono 3 ekor (sekitar 850 kg), RPH Kutoarjo 1 ekor sekitar 350 kg, pemotongan mandiri di Bener 2 ekor (sekitar 450 kg), daging dari Boyolali 71 kg, serta daging dari Magelang 1.080 kg.

Sedangkan estimasi daging ayam di Pasar Suronegaran 4 ton, Pasar Kutoarjo 3 ton, pasar Baledono 0,5 ton dan Pasar Grabag 0,5 ton.

Dewi Sintia (41) seorang ibu rumah tangga merasa was-was mengkonsumsi hati sapi. "Saya merasa was-was kalau harus mengkonsumsi hati sapi, karena ada kandungan cacing pita. Karena ketahuan petugas hati sapi dimusnahkan, bagaimana saat petugas tidak ada, apakah hati sapi yang diperjualbelikan aman?" tanya penyuka masakan sambel goreng hati sapi itu. (sol)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini