Hastana Indonesia Meluncurkan Aplikasi Wofin
Lewat Wofin, penyelenggara maupun pengantin bisa memantau langsung setiap transaksi secara real time.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Di tengah semakin berkembangnya industri pernikahan di Indonesia, Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan (Hastana) Indonesia meluncurkan website resmi dan aplikasi Wofin, sebuah inovasi digital yang dirancang untuk menjawab kebutuhan para pelaku wedding organizer (WO) di era serba cepat.
Peluncuran dilakukan bertepatan dengan Hastana Wedding Expo 2025 di Sleman City Hall. Ketua Umum Hastana Indonesia, Yunarsih, menyebutkan dua platform ini merupakan langkah konkret organisasi dalam memperkuat ekosistem bisnis pernikahan nasional.
“Kami menyediakan wadah yang mudah diakses dan lengkap bagi seluruh pelaku WO di Indonesia. Melalui website ini, publik bisa melihat kegiatan, portofolio hingga daftar vendor dari berbagai daerah,” ujar Yuna di sela pembukaan Hastana Wedding Expo, Jumat (7/11/2025).
Website Hastana memuat informasi tentang kegiatan anggota dari enam DPW aktif, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, hingga Lampung.
Berbagai promo
Calon pengantin juga bisa menjelajahi portofolio vendor, membaca artikel tren pernikahan serta menikmati berbagai promo dari mitra usaha yang tergabung.
Lewat aplikasi Wofin, memungkinkan pengelolaan keuangan WO dilakukan secara transparan dan efisien.
“Wofin berfungsi untuk menelusuri arus keuangan penyelenggara pernikahan, mulai dari pembayaran uang muka, distribusi dana ke vendor, hingga laporan akhir. Semuanya terekam otomatis,” jelas Rulan Rachmad Mantiri, Divisi Bisnis dan Kerja Sama Hastana Indonesia sekaligus Ketua DPW Hastana Lampung.
Menurut Rulan, kolaborasi Hastana dengan pengembang teknologi ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kesalahan manajemen dana yang kerap menimbulkan persoalan di industri WO.
Mencapai miliaran
“Nilai transaksi di dunia wedding bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Karena itu, transparansi menjadi hal penting agar kepercayaan antara pengantin dan penyelenggara tetap terjaga,” ujarnya.
Rulan menambahkan, Wofin sedang dikembangkan agar bisa terintegrasi dengan sistem perbankan. Dengan begitu, laporan keuangan WO akan lebih tertata dan bisa digunakan untuk pengajuan modal usaha.
Selain memperkenalkan Wofin, Hastana juga mengusung tema wastra sebagai sorotan utama pameran tahun ini.
Ketua DPW Hastana DIY, Dendi Prasetyo, mengatakan pengangkatan tema tersebut bukan tanpa alasan. “Kami ingin mengingatkan kembali makna mendalam dari kain tradisional Nusantara. Wastra bukan sekadar busana, tapi simbol doa dan perjalanan hidup manusia,” ungkap Dendi.
Nilai spiritual
Menurutnya, pemahaman terhadap filosofi motif kain penting untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus memberi nilai spiritual dalam setiap momen pernikahan.
Hastana kini memiliki lebih dari 200 anggota di seluruh Indonesia, dan terus berkembang. Organisasi yang berdiri sejak 6 Desember 2017 itu optimistis, melalui kolaborasi dan inovasi digital, industri pernikahan Indonesia bisa tumbuh lebih profesional, transparan dan berdaya saing global. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
