Hasil Laboratorium, Keracunan Massal di Purworejo Akibat Bakteri E-Coli
Saat kejadian, warga mengalami pusing, mual, diare dan muntah-muntah.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Peristiwa keracunan massal di Desa Trirejo Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo pada 15 Februari 2026 terkuak menyusul keluarnya hasil pengujian laboratorium di Yogyakarta. Keracunan terjadi akibat makanan positif mengandung bakteri Escherichia Coli (E-Coli).
Pengujian dilakukan dengan cara mengambil 10 sampel bahan pangan, 2 sampel feses dan 2 sampel air bersih milik penyedia makanan dan resto selaku penyedia katering.
Beberapa masakan seperti nasi putih, semur telur puyuh, ayam goreng dan kering kentang positif mengandung bakteri Escherichia Coli. Sedangkan sampel goreng ati ampela dan oseng tempe cabai hijau positif mengandung bakteri Bacillus SP serta air sumur milik rumah makan itu mengandung bakteri Escherichia Coli.
Merespons itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Suranto, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Sudarmi, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo memberikan pembinaan terhadap manajemen resto.
Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)
Sekda menyebutkan acara ruwahan di Desa Trirejo Kecamatan Loano menimbulkan dampak keracunan massal. Atas peristiwa tersebut Pemkab Purworejo melakukan respons cepat mengatasi musibah tersebut. Nasi berkat yang dikonsumsi warga dipesan dari salah satu resto.
Saat kejadian pada 16 Februari 2026 warga yang mengkonsumsi nasi berkat mengalami pusing, mual, diare dan muntah-muntah. "Waktu itu kami mengerahkan banyak ambulans bukan karena banyak korban, tetapi karena antisipasi, ketika banyak warga mengalami diare, pusing dan gangguan kesehatan lainnya," jelas Sekda.
Dari kejadian tersebut, lanjutnya, Pemkab Purworejo melalui Dinkes Purworejo mengirimkan sampel makanan dari penyuplai atau katering dan air sumur ke laboratorium di Yogyakarta.
Hasilnya ada sebagian komponen disinyalir terkontaminasi bakteri Escherichia Coli. Pemkab Purworejo mengambil sikap mengadakan pembinaan dan pendampingan, karena ada faktor air sumur mengandung bakteri Escherichia Coli.
Lebih tegas
"Air sumur itu tidak boleh dipakai lagi, Pemkab Purworejo merekomendasikan untuk menggunakan air PDAM Purworejo," kata Sekda.
Mengingat air sumur mengandung bakteri Escherichia Coli otomatis masakan nasi berkat yang disantap warga juga mengandung bakteri.
Sekda menambahkan, jika rekomendasi tersebut tidak dipatuhi oleh pihak resto maka maka Pemkab Purworejo akan bertindak lebih tegas lagi.
Sudarmi menambahkan, Dinkes Purworejo telah melakukan pembinaan terhadap resto tersebut. Sedangkan pengobatan warga yang terdampak nasi berkat hingga keracunan ditanggung Pemkab Purworejo. "Kebetulan warga keracunan memiliki BPJS kesehatan, kalau tidak punya maka pemkab mengambil alih," kata Sudarmi.
Uji klinis
Sementara itu, Direktur PDAM Purworejo menyebutkan resto tersebut bukan pelanggan PDAM Purworejo. Terkait rekomendasi Sekda Purworejo agar menggunakan air PDAM Purworejo, sampai saat ini belum berkomunikasi.
"Kami menjamin air PDAM Purworejo bersih dan sehat, karena rutin setiap bulan melakukan uji klinis di laboratorium kesehatan Kebumen atau Yogyakarta," kata Hermawan, Kamis (2/4/2026) di kantornya. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
