Harga Sembako Menjelang Ramadan Naik, Cabai Rawit Rp 90 Ribu

Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari mendorong pemda segera mengambil langkah konkret.

Harga Sembako Menjelang Ramadan Naik, Cabai Rawit Rp 90 Ribu
Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari menyampaikan keterangan pers terkait naiknya harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan, Rabu (11/2/2026). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, menaruh perhatian serius terhadap tren kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang mulai terjadi menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

“Kenaikan harga ini berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, apabila tidak diantisipasi secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya saat konferensi pers di DPRD DIY, Rabu (11/2/2026).

Selain sebagai wakil rakyat, Andriana Wulandari yang akrab dipanggil Mbak Ndari itu dalam kapasitasnya sebagai ibu rumah tangga rutin berbelanja ke pasar maupun toko-toko.

Dari hasil pantauannya, beberapa komoditas strategis harganya naik. Telur menjadi Rp 30 ribu per kg, cabai rawit Rp 90 ribu per kg, ayam Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu per kg. Tak ketinggalan, sayuran-sayuran hijau pun mengalami kenaikan harga rata-rata Rp 500.

Ketersediaan pasokan

“Hal ini menunjukkan kecenderungan peningkatan harga di pasar tradisional maupun modern. Kondisi ini perlu menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap terjaga selama Ramadan hingga Idul Fitri,” katanya.

Andriana Wulandari yang akrab dipanggil Mbak Ndari ini menambahkan pemerintah daerah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus segera mengambil langkah konkret.

Pertama, melalui penguatan operasi pasar dan stabilisasi harga bahan pokok. Kedua, pengawasan ketat rantai distribusi untuk mencegah penimbunan dan spekulasi. Ketiga, koordinasi lintas OPD dan Bulog agar pasokan tetap terjaga selama Ramadan.

“Momentum Ramadan seharusnya tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat. Negara harus hadir memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar dan terjangkau,” tandasnya.

Berbelanja bijak

Selain itu, transparansi informasi harga dan stok pangan kepada publik perlu diperkuat agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat. “Saya mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu gejolak harga di pasar,” kata dia.

Menurutnya, Komisi B DPRD DIY akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok.

Selain itu, juga siap memberikan dukungan anggaran maupun regulasi yang diperlukan demi menjaga stabilitas ekonomi daerah dan melindungi kepentingan masyarakat selama bulan suci Ramadan. (*)