GPOT Pacu Panen Petani

GPOT Pacu Panen Petani

KORANBERNAS.ID -- Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), Rajiman sebagai penanggungjawab untuk kabupaten Cilacap senantiasa terlibat aktif dalam setiap koordinasi maupun pelaksanaan strategi pencapaian target UPSUS LTT Pajale Kabupaten Magelang. Salah satunya pada pelaksanaan Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam (GPOT) yang merupakan salah satu upaya pencapaian target LTT bulan September 2019. 

Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan support kepada masyarakat tani menanam padi MT I. Sehingga diharapkan pada akhir tahun 2019 dapat menikmati panen dengan harga jual yang relatif tinggi dan membuat visi Kementerian Pertanian dapat terwujud yaitu “terwujudnya kemandirian pangan dan kesejahteraan petani”. 

Berbagai upaya dilaksanakan antara lain menggerakan petani untuk segera  melakukan olah tanah dan tanam mengoptimalkan Bantuan Benih Pemerintah, Brigade Alsintan, alsintan bantuan pemerintah yang ada di setiap kelompok.

Selain itu memberikan motivasi kepada petani dalam gerakan olah tanah dan tanam dengan memberikan bantuan BBM untuk pompa, traktor serta biaya pendampingan dalam jangka waktu tertentu dengan target yang ditetapkan. 

Kasie Tanaman Pangan, Arifan Sasongko menyampaikan bahwa Kabupaten Magelang menyambut baik program GPOT den telah diinventarisir serta dikonsolidasikan kepada segenap koordinator BPP maupun komandan Koramil sehingga diusulkan 4 wilayah melaksanakan GPOT secara intensif yaitu kecamatan yaitu Mungkid 100 ha, Mertoyudan 100 ha, Sawangan 60 ha dan Dukun 40 ha.

"Target LTT bulan september untuk kabupaten Magelang adalah 4.720 ha," ungkapnya, kemarin.

Praptomo Subroto, Kabid Sarana dan Prasarana menyatakan siap dengan optimalisasi alsintan baik melalui brigade alsntan maupun upja dan gapoktan pengelola alsintan khususnya traktor dan pompa air untuk mendukung GPOT. Ketersediaan selang irigasi menjadi kebutuhan penting. Sebab sumber air yang bisa dimanfaatkan pada bulan kering relatif jauh mencapai 800 m dari lokasi lahan pertanian, sebagaimana pengambilan dari mata air Gending di desa Sukorejo, Kecamatan Mertoyudan, sedangkan untuk pengolahan tanah dapat berjalan baik mengunakan traktor roda 2 maupun roda 4 yang telah didisrtibusikan secara merata melalui kelompok tani.

Komandan Koramil di kecamatan Mungkid, Mertoyudan, Sawangan dan Dukun mendukung GPOT dan mensukseskan UPSUS Pajale dengan mematuhi perintah Komandan Kodim 0705 Magelang terkait langkah yang harus dilakukan yaitu memanfaatkan brigade alsintan kodim, Komandan Koramil dan babinsa harus turun ke lapangan melaksanakan monitoring dan pendampingan intensif, pengawasan terhadap distribusi saprodi, bersama PPL mendorong gerakan percepatan tanam dan memberi motivasi serta pemahaman budaya tanam yang produktif, bersinergi terkait inovasi teknologi pertanian untuk pemanfaatan potensi sumber air dan mengawal kesepakatan target LTT.