Jumat, 17 Sep 2021,


gp-ansor-tuntut-batalkan-ruu-hipLilik Syaiful Ahmad bersama kiai NU. (istimewa)


sholihul
GP Ansor Tuntut Batalkan RUU HIP

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Gelombang penolakan terhadap Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) semakin deras. Sebagian besar ormas Islam menolak RUU tersebut dan menuntut agar dibatalkan atau tidak dilakukan pembahasan menjadi undang-undang.


Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kulonprogo, Lilik Syaiful Ahmad, yang juga anggota DPRD DIY dari Fraksi Partai Golkar menyatakan tegas menolak RUU itu.

  • GKR Mangkubumi Sebut Ada Hikmah di Balik Pandemi
  • Hasil Panen Cabai Hanya Dibeli Rp 1.000 Per Kilogram, Jogja Tetulung Langsung Bergerak

  • “Kami Gerakan Pemuda Ansor siap melawan orang-orang yang berupaya merongrong Ideologi Pancasila yang akan diperas-peras menjadi trisila dan ekasila," ujarnya,  Selasa (16/6/2020), di Gedung DPRD DIY.

    Menurut dia,  Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia dan NKRI merupakan harga mati. Para pendiri bangsa merumuskan Pancasila sebagai Ideologi bangsa dengan sangat hati-hati dan penuh pertimbangan serta selalu memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa.

  • Ingin Terlihat Kaya, Seorang Ibu Tega Menipu Para Tetangga Hingga Ratusan Juta Rupiah
  • Bantuan Sembako di Klaten Disalurkan Lewat E-Warung

  • “Para sesepuh kami yang sangat kami banggakan seperti KH Hasyim Asy'ari melakukan tirakat dan puasa tiga hari serta Shalat Istikharah saat men-tashih atau memeriksa kebenaran rumusan Pancasila yang diajukan tim sembilan perumus Pancasila," ungkap Lilik.

    Artinya, tumusan Pancasila yang sekarang ini sudah melalui telaah luar biasa dengan memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, juga melewati perdebatan panjang.

    ”Para sesepuh dan pendiri bangsa Indonesia sangat menyadari identitas bangsa Indonesia yang plural  terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa dan agama serta keyakinan.  Ini semua adalah berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, seperti yang tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945," ungkap Lilik.

    Menurut dia, para sesepuh bangsa ini meniru Nabi Muhammad SAW yang berhasil menyusun piagam Madinah yakni bentuk perjanjian dan kesepakatan bersama membangun masyarakat Madinah yang plural, adil dan berkeadaban.

    “Ketika itu masyarakat Madinah yang terdiri dari berbagai suku bangsa sedang terjajah seperti bangsa Indonesia yang dijajah Belanda. Berkat adanya Shahifatul Al Madinah atau Piagam Madinah di bawah Kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW Madinah menjadi aman dan tenteram serta bersatu meski terdiri dari berbagai suku," kata Lilik.

    Dia menambahkan, para pendiri bangsa Indonesia juga menyadari betul dan sangat bersyukur bangsa Indonesia dapat bersatu tidak terpecah belah karena adanya dasar negara Pancasila.

    Apabila ada pihak-pihak yang akan merongrong Pancasila GP Ansor siap melawan. “Kami siap melawan siapa pun yang akan merongrong dasar negara Pancasila yang hendak diperas-peras menjadi trisila ataupun ekasila. Kami tegas menolak RUU HIP dan menuntut agar dibatalkan," tandasnya. (sol)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini