Enam Nama Masuk Bursa Calon Ketua PKB Purworejo

Nurul Khomariyah mengundurkan diri dari pencalonan karena mengikuti seleksi Ketua Baznas.

Enam Nama Masuk Bursa Calon Ketua PKB Purworejo
Anggota DPR RI Ratna Juwita Sari memimpin rapat pleno Muscab DPC PKB Purworejo 2026. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Purworejo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk  menentukan pemimpin PKB Purworejo periode 2026 - 2031.

Ketua sebelumnya Fran Suharmaji meninggal dunia beberapa bulan lalu. Pengurus PKB Purworejo tidak melakukan pergantian ketua karena masa kepengurusan lama berakhir awal 2026. Calon-calon ketua ditetapkan oleh DPP PKB atas usulan DPW PKB.

Dalam Muscab PKB, Minggu (19/4/2016) malam, di Ballroom Hotel Plaza Purworejo dipimpin oleh Ratna Juwita Sari wakil dari DPP PKB, muncul enam nama calon sementara. Yaitu, Budi Sunaryo, Toha Mahasin, Rudi Hartono, Zainudin (Pengurus DPW PKB Jateng), Sohibul Untung dan Rr Nurul Khomariah.

Saat Ratna Juwita memberikan kesempatan audiens terdiri ketua PAC dan pengurus DPC PKB Purworejo memberikan catatan, muncul keberatan pertama nama Zainudin yang merupakan Pengurus DPW PKB Provinsi Jateng, bukan orang Purworejo.

Usulan DPW

Namun, Rr Nurul Khomariyah kemudian mengundurkan diri dari pencalonan karena mengikuti seleksi sebagai Ketua Baznas. Dengan demikian, jumlah kandidat yang aktif dalam penjaringan pun berkurang.

Nama-nama tersebut merupakan usulan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ke DPP. Selain itu, peserta musyawarah dari tingkat Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) juga mengusulkan nama tambahan.

Beberapa nama tambahan yang diusulkan di antaranya Muh Dahlan, Nani Astuti serta Muhaimin. Usulan ini menunjukkan adanya dinamika internal dalam proses penjaringan calon ketua.

Pengurus DPC PKB Purworejo, Budi Sunaryo didampingi Toha Mahasin menyampaikan, Muscab menjadi tahap awal penjaringan calon ketua sekaligus penyusunan kepengurusan baru periode 2026-2031. Proses ini juga menjadi momentum evaluasi bagi kepengurusan sebelumnya.

Uji kompetensi

“Agenda hari ini masih pada tahap penjaringan melalui rapat pleno, sekaligus penyampaian pertanggungjawaban pengurus lama. Setelah daftar calon diumumkan, para kandidat mengikuti uji kompetensi dan kelayakan (UKK),” kata Budi.

UKK akan bekerja sama dengan perguruan tinggi di Semarang, meliputi tes psikologi, wawancara dan tahapan penilaian lainnya. Tahapan ini diharapkan mampu menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

"Setelah itu, DPP juga akan melaksanakan UKK tahap II. Kemudian, mengerucutkan nama calon ketua yang ditentukan oleh Ketua Umum DPP PKB untuk menjadi ketua DPC PKB Kabupaten Purworejo," kata Budi.

Dia menambahkan, Muscab kali ini mengusung tema Sinergis Lintas Zaman, PKB Solid Bergerak Mewujudkan Kemaslahatan. Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam tubuh partai untuk memperkuat arah perjuangan partai di tengah dinamika zaman.

Mampu adaptasi

“Yang tua memberi arahan, yang muda bergerak. Siapa pun yang terpilih nanti harus amanah, mampu membesarkan PKB, serta merangkul seluruh kader,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari, mewakili Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan pentingnya peran partai menjawab tantangan zaman. PKB harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. “Kondisi saat ini menuntut PKB untuk adaptif. Politik tidak cukup hanya hadir saat pemilu, tetapi harus menjadi politik kehadiran di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ratna menyampaikan dominasi pemilih generasi Z yang mencapai sekitar 68 persen, sehingga PKB perlu mendengarkan aspirasi anak muda. Inilah pentingnya solusi konkret bagi generasi muda.

“PKB adalah partai yang lahir dari ulama, sehingga integritas harus dijaga. Dengan kerja nyata hingga akar rumput, kami optimistis target penambahan kursi pada Pemilu 2029 dapat tercapai,” ujarnya. (*)