Ekonomi DIY Tumbuh 5,84 Persen, UMKM dan QRIS Jadi Motor Penggerak
Hingga April 2026 jumlah pengguna QRIS di DIY telah mencapai lebih dari 1,08 juta.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh 5,84 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026. Capaian tersebut menempatkan DIY sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Jawa.
Di tengah tren positif tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY bersama Pemerintah Daerah DIY membuka Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026 di Atrium Jogja City Mall, Jumat (5/6/2026).
Memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan, kegiatan ini difokuskan pada penguatan kapasitas UMKM serta perluasan ekosistem pembayaran digital yang inklusif.
Mengusung tema Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni, acara dibuka oleh Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Ricky P Gozali dan Wakil Gubernur DIY Sri Paku Alam X. Hadir pula Ketua Harian Dekranasda DIY GKBRAy Paku Alam X, unsur Forkopimda serta sejumlah mitra strategis.
Motor penggerak
Paku Alam X mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah tidak lepas dari kontribusi UMKM sebagai salah satu motor penggerak utama perekonomian. "Oleh karena itu, koordinasi lintas lembaga, sinergi antarpemangku kepentingan, serta dukungan terhadap penguatan kapasitas dan daya saing UMKM perlu terus diperkuat dan diperluas secara berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, digitalisasi sistem pembayaran di DIY juga terus meningkat. Ricky P Gozali mengungkapkan hingga April 2026 jumlah pengguna QRIS di DIY telah mencapai lebih dari 1,08 juta pengguna dengan 1,11 juta merchant.
Sepanjang 2026, volume transaksi QRIS di DIY tercatat mencapai 198 juta transaksi atau tumbuh 62,19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Grebeg UMKM telah menjadi strategic regional program Bank Indonesia DIY yang secara konsisten mendukung pengembangan UMKM selama satu dasawarsa," kata Ricky.
Ekonomi digital
"Bank Indonesia terus mendorong penguatan UMKM melalui peningkatan kualitas dan standardisasi, penguatan konektivitas dengan ekosistem digital dan pembiayaan formal, serta promosi dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif," lanjutnya.
Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026 berlangsung tiga hari, 5-7 Juni 2026, dengan melibatkan 260 UMKM dari sektor fesyen, kuliner, dan kerajinan. Kegiatan ini juga menghadirkan pameran fisik dan digital termasuk Pasar Kangen Digital & Halal.
Selain pameran, sejumlah agenda pendukung turut digelar, antara lain Capacity Building Millennial Batik, Latte Art Competition, kompetisi robotika, lomba Bankers Wear Wastra, talkshow pengembangan UMKM, serta sosialisasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, QRIS dan perlindungan konsumen.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan Bank Indonesia DIY terhadap agenda nasional, yakni Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, Festival Ekonomi Syariah (FESyar), dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
