Edisi Terakhir JogjaROCKarta, Penonton Tak Rela Berpisah

Banyak penonton berharap JogjaROCKarta tidak benar-benar berakhir.

Edisi Terakhir JogjaROCKarta, Penonton Tak Rela Berpisah
Ugly Kid Joe menggebrak panggung Jogjarockarta di Stadion Kridosono Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- JogjaROCKarta 2025 resmi menjadi edisi terakhir setelah delapan tahun digelar di Stadion Kridosono. Antusiasme penggemar rock tetap terasa pekat sejak pintu masuk dibuka.

Ribuan penonton berdatangan bukan hanya untuk menyaksikan deretan band nasional dan internasional, tetapi juga merayakan kenangan panjang yang melekat pada festival ini.

May, pemuda asal Imogiri yang selalu datang setiap edisi JogjaROCKarta, mengatakan dirinya tetap datang meski Helloween batal tampil. “Ya wis, acara rutin tahunan… nek sela mangkat pokmen,” ujarnya kepada koranbernas.id, Sabtu (6/12/2025).

Baginya, JogjaROCKarta bukan sekadar menunggu satu band, melainkan momen tahunan bertemu teman, menikmati suasana dan merayakan kecintaan pada musik rock.

Ugly Kid Joe

Dari lineup tahun ini, May paling menantikan penampilan Ugly Kid Joe, Down For Life dan Jamrud. “Sing paling pingin tak tonton jelas Ugly Kid Joe. Down For Life lan Jamrud ya tetep legend,” katanya.

Menurutnya, Ugly Kid Joe punya energi panggung yang khas, sementara Jamrud dan Down For Life adalah bagian dari perjalanan musiknya sejak remaja.

Momen yang paling berkesan bagi May adalah ketika bisa melihat langsung idola masa lalunya tampil di depan mata. “Ndelok idola jaman mbiyen tampil di depan mata kuwi wis josss…,” ujarnya.

Baginya, pengalaman itu seperti membuka kembali lembaran lama ketika hanya bisa membeli kaset dan poster band-band tersebut di pasar. Kini, May bisa menyaksikan mereka secara nyata di kota sendiri.

Tetap meriah

Suasana venue, menurutnya, tetap nyaman dan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Rasanya senang bertemu banyak teman lama, menikmati area festival dan berkeliling tanpa terhalang hujan.

Keakraban antarpenonton membuat festival ini terasa seperti pertemuan besar para pecinta rock yang sudah saling mengenal sejak lama.

Tahun ini JogjaROCKarta menampilkan Ugly Kid Joe yang menjadi magnet utama setelah Helloween batal manggung akibat kondisi kesehatan vokalis Michael Kiske.

Di panggung, Ugly Kid Joe datang dengan setlist yang memuaskan penggemar dan interaksi hangat yang membuat tribun Kridosono bergemuruh. Sejumlah band lain seperti Anthrax, Loudness, The HU, Jamrud dan Down For Life turut memperkuat atmosfer rock lintas generasi yang jarang ditemui di festival lain.

Punya arti

Sebagai edisi pamungkas, banyak penonton berharap JogjaROCKarta tidak benar-benar berakhir. Mereka tak rela berpisah. May mengaku festival ini punya arti besar bagi skena musik Jogja.

Dia menilai panggung seperti ini memberi ruang bagi band lokal untuk berkembang dan mempertemukan penggemar dengan musisi yang selama ini hanya mereka kenal lewat kaset, poster atau majalah musik. “Jane aja mandheg,” ujarnya singkat.

Bagi May dan ribuan pengunjung lainnya, JogjaROCKarta bukan hanya festival tetapi perjalanan panjang, kenangan kolektif dan ruang hidup bagi komunitas rock Jogja. Meski panggungnya tutup tahun ini, semangatnya tidak akan padam. (*)