Dompet Dhuafa Yogyakarta Menggulirkan Pelatihan Marketing UMKM Warung Beres
Zaman sudah berganti, teknik marketing semakin berkembang ke arah digital.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Dompet Dhuafa Yogyakarta menggulirkan pelatihan marketing kepada kelompok dampingan Warung Beres, Minggu (10/11/2024), di kantor Dompet Dhuafa Yogyakarta.
Diikuti 25 kelompok Warung Beres sebagai pelaku UMKM berbasis kuliner, pelatihan kali ini diharapkan dapat meningkatkan skill maupun wawasan strategi marketing dalam meningkatkan omzet penjualan.
Pada pelatihan tersebut Dompet Dhuafa Yogyakarta menghadirkan Ahmad Nasiruddin sebagai pemateri, seorang profesional marketing sekaligus pelaku bisnis kuliner yang telah lama eksis di dunia katering Yogyakarta.
Ahmad Nasiruddin menjelaskan betapa pentingnya melakukan teknik marketing melalui digital, sebab perkembangan dunia bisnis kuliner semakin ketat persaingannya seiring berkembangnya era global.
Pelatihan marketing kelompok Warung Beres. (istimewa)
"Zaman sudah berganti, teknik marketing semakin berkembang ke arah digital, sedikit banyak kita harus bisa marketing dengan digital," ujarnya.
Seyogianya pelaku bisnis kuliner mulai memperhatikan cara maupun strategi marketing. Hal ini akan berdampak pada naik turunnya omzet penjualan produk.
Selain itu, aspek yang juga ditekankan pada pelatihan tersebut adalah tertibnya melakukan pencatatan keuangan. Sebab pencatatan keuangan menjadi salah satu indikator penting seorang pelaku bisnis mampu atau tidak mengembangkan usahanya menjadi lebih lebar atau lebih banyak.
"Kunci pengembangan usaha (buka cabang) adalah pencatatan keuangan, karena dari pencatatan keuangan yang tertib kita bisa melihat apakah kita memang mampu buka cabang atau belum," tegasnya.
Pelatihan marketing merupakan bentuk berkah zakat dari amanah para muzakki kepada Dompet Dhuafa Yogyakarta, untuk bisa menebarkan manfaat kebaikan seluas-luasnya kepada para mustahik, dan bisa meningkatkan kesejahteraan hidup yang lebih layak dan baik. (*)