atas1

Diresmikan Desember 2019, Waterpark Wonoboyo Mulai Ramai Pengunjung

Selasa, 14 Jan 2020 | 20:55:48 WIB, Dilihat 372 Kali
Penulis : Masal Gurusinga
Redaktur

SHARE


Diresmikan Desember 2019, Waterpark Wonoboyo Mulai Ramai Pengunjung Kolam renang anak-anak di Kawasan Wisata Rumah Situs dan Water Park Wonoboyo Kecamatan Jogonalan. (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Polisi Amankan 36 Motor yang Ditinggal di Jalanan dan Sawah


KORANBERNAS.ID, KLATEN--Rumah Situs dan Water Park Wonoboyo, yang dibangun Pemerintah Desa Wonoboyo Kecamatan Jogonalan Klaten pada tahun 2017, telah resmi dibuka untuk pengunjung 2019 lalu.

Namun pengembangan kawasan wisata terpadu dengan konsep pertanian modern itu terus dilakukan, hingga seluruh fasilitas di kawasan itu benar-benar lengkap.

Pasca dibukanya kawasan itu pertengahan Desember 2019 lalu, pengunjungpun terus berdatangan. Ada yang rombongan dan ada juga yang bersama keluarga.

Yang menarik, pengunjung tidak hanya dari Klaten, tapi juga dari luar kota. Seperti Yogyakarta, Solo bahkan Salatiga.

Kepala Desa Wonoboyo, Supardiyono menjelaskan, pengunjung akan ramai pada saat liburan seperti Minggu. Sementara pada hari biasa, masih belum banyak pengunjung yang datang.

“Minggu kemarin lumayan banyak yang datang. Tapi kalau hari biasa belum ramai. Apalagi musim hujan begini,” kata Supardiyono.

Petugas loket dan penjaga Rumah Situs dan Water Park Wonoboyo yang ditemui, Selasa (14/1/2020) siang mengatakan, puncak keramaian pengunjung di kawasan itu, terjadi saat liburan dan Minggu. Sedangkan hari biasa masih belum maksimal.

Kawasan Wisata Rumah Situs dan Water Park Wonoboyo yang dibangun Pemdes Wonoboyo dengan anggaran Rp 1.750 miliar itu, diresmikan Bupati Sri Mulyani.

Di kawasan itu telah ada fasilitas berupa Rumah Situs Wonoboyo, 3 unit kolam renang untuk anak-anak dan dewasa, serta MCK. Kawasan itu mulai dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter persegi.

Ide awal pembangunan, lantaran tanah kas desa itu kurang produktif. Sedangkan kalau disewakan, hanya menghasilkan Rp 5,5 juta per tahun.

Melihat kondisi ini, pemerintah desa setempat dan masyarakat sepakat menjadikan kawasan itu sebagai kawasan wisata.

Apalagi pada 17 Oktober 1990, di kawasan itu pernah ditemukan “harta karun” terbuat dari emas dan perak seberat 35 kilogram oleh 6 warga yang tengah menggali tanah di Dusun Plosokuning.

Benda cagar budaya itu ditemukan berada di dalam 4 guci berisikan perhiasan, mata uang dan di sekitarnya juga ada peralatan rumah tangga peninggalan Dinasti Tang abad VIII hingga IX.

Oleh staf ahli Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah yang meneliti, temuan itu diklasifikasikan menjadi 4 jenis. Yakni kelompok wadah, kelompok perhiasan, kelompok mata uang dan kelompok guci. (SM)



Selasa, 14 Jan 2020, 20:55:48 WIB Oleh : Nanang WH 1587 View
Polisi Amankan 36 Motor yang Ditinggal di Jalanan dan Sawah
Selasa, 14 Jan 2020, 20:55:48 WIB Oleh : W Asmani 516 View
Dikecam, Tapi KAS Malah Banjir Kunjungan
Selasa, 14 Jan 2020, 20:55:48 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 1068 View
Begini Cara Sekolah Ini Menanamkan Toleransi

Tuliskan Komentar