Selasa, 03 Agu 2021,


dijadikan-mainan-siswa-sarang-tawon-seukuran-bola-akhirnya-dievakuasiSarang tawon ndhas berhasil dievakuasi petugas dari SDN Suryodiningratan 2 Yogyakarta. (istimewa)


redaktur
Dijadikan Mainan Siswa, Sarang Tawon Seukuran Bola Akhirnya Dievakuasi

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Sarang tawon ndhas seukuran bola di SDN Suryodiningratan 2 Yogyakarta, Senin (13/1/2020) malam akhirnya dievakuasi oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Yogyakarta.


Satu unit mobil damkar beserta tim terdiri enam orang begitu tiba di halaman sekolah setempat, langsung berbagi tugas. Sebagian mempersiapkan tangga, sebagian lagi mengarahkan lampu senter mencari letak lubang keluar masuk tawon.

  • Kakek Bejo Meratapi Rumahnya yang Terkena Proyek Tol, Saya Pindah ke Mana..
  • Tepis Anggapan Anak Muda Nyinyir Politik

  • Seorang petugas mengenakan pakaian brukut  lengkap dengan jaring menutupi wajahnya lantas naik pohon mangga tempat tawon itu bersarang.

    Pada ketinggian sekitar enam meter, dia tutup lubang sarang. Setelah berkali-kali disemprot cairan Pertalit, satu dua menit kemudian suara mbrengengeng itu berhenti, pertanda tawon-tawon di dalam sarang putih berbentuk unik itu mati.

  • Ingin Jadi Politisi Sukses? Buang Tiga Hal Ini
  • Generasi Milenial Butuh Sentuhan Politik

  • "Omahe apik e..."

    "Apa kowe pindah kene wae,Yu, rasah ngontrak," gurauan warga dan jamaah pengajian Masjid Al-Fathonah saat menyaksikan proses evakuasi.

    Langkah ini dilakukan pihak sekolah karena tawon yang dikenal beracun tersebut dijadikan mainan para siswa. Maklum saja namanya juga anak-anak, ada yang iseng mengusik tawon itu untuk menggoda teman-temannya.

    Proses evakuasi sarang sarang tawon. (istimewa)

    Kepala SDN Suryodiningratan 2 Yogyakarta, Rini Padmiharti, mengakui tidak jarang ada siswa melemparnya dengan benda-benda apa saja.

    Terakhir kali ada yang melempari sarang tawon itu pakai botol bekas air mineral kemasan. Untung saja tidak mengenai sasaran sehingga tidak berakhir mubal.

    Karena dirasa membahayakan sekaligus untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya pihak sekolah menghubungi petugas Damkar. “Sudah saya laporkan ke Damkar,” ujar Rini, Senin siang.

    Petugas Damkar mengapresiasi langkah sekolah yang segera melapor. Jika sarangnya terusik tawon-tawon itu biasanya menyerang.

    Di sejumlah daerah, serangan tawon mengakibatkan korbannya meninggal dunia. (sol)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini