Senin, 20 Sep 2021,


digitalisasi-pun-kini-masuk-pasar-tradisionalBupati Sleman, Sri Purnomo meluncurkan sistem digitalisasi pasar di shelter PKL (Pedagang Kaki Lima) Denggung, Selasa (25/8/2020).(istimewa)


Nila Jalasutra
Digitalisasi pun Kini Masuk Pasar Tradisional

SHARE

KORANBERNAS.ID,SLEMAN--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bekerjasama dengan Bank BPD DIY Cabang Sleman meluncurkan sistem digitalisasi pasar di shelter PKL (Pedagang Kaki Lima) Denggung, Selasa (25/8/2020). Peluncuran secara simbolis dilakukan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.


Menurut Sri Purnomo, digitalisasi di pasar rakyat ini diharapkan mampu mendorong laju perekonomian di Kabupaten Sleman. Pasalnya, lanjut Sri purnomo, berdasarkan data hingga bulan Mei 2020 omset pasar yang dikelola oleh Pemkab Sleman mengalami penurunan hingga 47 % akibat terdampak pandemi Covid-19.

  • Home Visit Diperbolehkan Asalkan Penuhi Syarat Ini
  • Buku Membaca 75 Tahun Indonesia Segera Meluncur

  • Dia juga menjelaskan bahwa dengan transaksi secara digital di pasar rakyat akan dapat mengurangi risiko penyebaran Covid-19.

    “Dengan peluncuran ini semoga akan mendukung kesiapan masyarakat dan para pedagang pasar untuk bertransaksi secara non tunai melalui e-wallet yang dihubungkan dengan fasilitas QRIS,” tutur Sri Purnomo.

  • Tebing Breksi Masih Jadi Favorit Kunjungan Wisata Saat Pandemi Covid-19
  • Dinpar Sleman Membuat Aplikasi Visiting Jogja untuk Reservasi Daring Sejumlah Destinasi Wisata

  • Sri Purnomo juga menyebutkan bahwa dari 42 pasar yang dikelola oleh Kabupaten Sleman, sudah sebanyak 21 pasar menerapkan belanja on line. Sedangkan pasar yang sudah menerapkan e-payment, e-retribusi dan belanja on line sebanyak 6 pasar.

    Saat ini, tambah Sri Purnomo, Pemkab Sleman sedang melakukan uji coba QRIS di tiga pasar, yakni Pasar Denggung, Pasar Gentan dan Pasar Prambanan.

    “Ke depannya kita harapkan seluruh pasar yang dikelola oleh Pemkab Sleman menerapkan sistem transaksi dan pembayaran digital,” kata Sri Purnomo.

    Sementara Efendi Sutopo Yuwono selaku Pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman menjelaskan bahwa transaksi non tunai yang diluncurkan tersebut menggunakan QRIS. Menurutnya QRIS sendiri adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaski dapat dilakukan lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya.

    “Pembayaran dengan metode ini menurutnya memiliki sejumlah keuntungan, di antaranya meningkatkan dan memperluas penjualan karena alternatif pembayaran selain tunai, tidak perlu menyediakan uang tunai untuk kembalian, uang hasil penjualan langsung tersimpan di bank, penurunan resiko rugi karena uang hilang dan uang palsu, setiap transaksi tercatat otomatis dan bisa dilihat historinya,” ungkapnya

    Pada kesempatan tersebut Bank BPD DIY juga menyerahkan CSR berupa fasilitas sarana/prasarana di shelter PKL Denggung. Di antara CSR yang diserahkan tersebut yakni dua buah billboard papan nama, meja dan kursi 32 unit, nomor meja acrylic, dan sound system.(yve)


    TAGS: pasar  sleman  nik  csr  bpd  pkl 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini