Rabu, 02 Des 2020,


dampak-pandemi-kesadaran-memproteksi-diri-meningkatSatgas Covid-19 RS UGM, dr Siswanto SpS (istimewa)


Warjono

Dampak Pandemi, Kesadaran Memproteksi Diri Meningkat


SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA—Sembilan bulan pandemiCovid-19 di Indonesia, telah mengubah banyak tatanan kehidupan. Selain kerugian, pandemi diakui membawa dampak positif juga bagi masyarakat. Terutama dikaitkan dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan serta memproteksi diri yang semakin meningkat.

Anggota Satgas Covid-19 RS Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dr Siswanto Sp. P mengatakan, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan, menjadi modal penting untuk upaya membangun sektor kesehatan.


Baca Lainnya :

    “Saya punya pasien pensiunan polisi dengan kondisi hipertensi dan keluhan penyakit dalam lainnya. Termasuk terpapar Covid-19. Hasil rontgennya cukup parah. Tapi dia sangat rajin. Olahraga dilakukan rutin, makanan juga dijaga. Akhirnya dia survive, sembuh walaupun harus menjalani perawatan yang cukup memakan waktu,” kata Siswanto, dalam Diskusi Media bertema “Sinergi Menumbuhkan Sektor Pariwisata Pasca Pandemi”. Acara berlangsung secara daring, Selasa (17/11/2020).

    Menurut Siswanto, kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan memang menjadi kunci untuk memerangi sebaran virus Corona. Kesadaran, otomatis akan diikuti dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.


    Baca Lainnya :

      Meski sudah semakin baik, upaya untuk terus membangun pemahaman bersama mengenai protokol kesehatan, kata Siswanto, tetap harus terus dilakukan. Sosialisasi mengenai masker yang baik dan cara memakainya yang benar, cara mencuci tangan yang benar dan menjaga jarak yang aman, akan menentukan keberhasilan menghentikan kasus Covid-19.

      “Misalnya masker. Secara medis, masker yang baik minimal terdiri dari dua lapis kain. Semakin berlapis bahan masker, akan semakin aman sekalipun terasa kurang nyaman bagi yang belum terbiasa. Tapi lama-lama tubuh kita akan menyesuaikan koq,” tandasnya.

      Luile Retno Sawitri selaku Head of Corporate Communication & Event Management AXA Mandiri mengungkapkan hal senada. Lulu, pangilan akrab Luile retno Sawitri mengatakan, sekalipun membawa dampak serius terhadap kinerja industri asuransi selama 9 bulan terakhir, pandemi ini memberikan peluang yang juga besar bagi industri di masa depan.

      Dia mengaku, kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan semakin baik. Kalau sebelum pandemi orang abai dengan membersihkan diri usai bepergian, maka sekarang hampir setiap rumah menyediakan sarana mencuci tangan lengkap dengan sabun. Bahkan, mereka yang menyadari memiliki risiko lebih besar lantaran rutinitas keseharian, juga membiasakan diri dengan mandi sepulang dari bepergian.

      Hal yang sama juga terjadi dalam kaitan dengan kesadaran untuk memperoteksi diri. Hal ini terlihat dari makin meningkatnya keingintahuan masyarakat terhadap produk-produk asuransi.

      “Kami membaca tren ini. Maka di tengah pandemi, kami terus mengembangkan layanan-layanan tanpa tatap muka untuk menghindari penyebaran virus Corona sekaligus memberikan alternative bagi masyarakat untuk mengakses layanan kami,” kata Lulu.

      Sebagai contoh, selama pandemi Covid-19, pihaknya memberikan layanan telekonsultasi gratis, kesehatan mental dan layanan kesehatan bagi 1 juta pemegang polis. Selain itu, bekerjasama dengan platform kesehatan online memberikan layanan pengantaran obat ke rumah, tes laboratorium di rumah hingga pengingat pengobatan dan pemesanan janji temu dengan dokter. Layanan lainnya adalah klaim kesehatan melalui aplikasi WhatsApp, layanan ekslusif dan evakuasi medis.

      “Kami pekan lalu melakukan evakuasi medis nasabah di Papua menggunakan helikopter akibat serangan jantung. Hal ini demi pelayanan maksimal kepada nasabah, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini,” katanya.

      Namun seiring dengan meluasnya Covid-19, kesadaran berasuransi jiwa mengalami peningkatan. “Berdasarkan data tahun 2019, klaim asuransi AXA Mandiri lebih dari 1 juta nasabah. Sedang khusus untuk Yogyakarta mencapai 27.000-an baik asuransi konvensional dan syariah,” kata Retno.

      Selama ini masyarakat lebih peduli terhadap asuransi kendaraan bermotor utamanya mobil. Namun seiring dengan meluasnya Covid-19, kesadaran berasuransi jiwa mengalami peningkatan.

      Retno Sawitri mengatakan manfaat asuransi kesehatan adalah penggantian biaya perawatan kesehatan, uang pertanggungan saat meninggal dunia dan mempersiapkan keuangan dalam jangka panjang. (*)



      SHARE
      '

      BERITA TERKAIT

      Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

      Tulis Komentar disini