Rabu, 02 Des 2020,


cegah-penularan-covid19-pertamina-pasang-prohealthSeorang staf di Kantor Pertamina Cabang Yogyakarta, sedang mencoba melakukan test kesehatan mandiri memanfaatkan ProHealth. (warjono/koranbernas.id)


Siaran Pers

Cegah Penularan Covid-19, Pertamina Pasang ProHealth


SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA—PT Pertamina melalui Kantor Regional Jawa Bagian Tengah melakukan inovasi pelayanan pemeriksaan kesehatan otomatis yang disebut ProHealth atau Pertamina Robotic Health. Fasilitas ini sebagai bagian penerapan optimalisasi program Fit To Work (FTW) di perusahaan.

Tahap awal, alat ini dipasang di Kantor Cabang Pertamina Yogyakarta. Namun ke depan, alat yang sama juga akan dipasang di semua Kantor Pertamina hingga terminal layanan Pertamina dan depo.


Baca Lainnya :

    Pjs General Manager Pertamina MOR IV Jateng dan DIY, Muhammad Bagus Budiyanto mengatakan, keberadaan alat ini merupakan bagian dari inovasi layanan kesehatan Pertamina yang digunakan untuk semua pimpinan dan karyawan.

    Semua yang akan memasuki Kantor Pertamina dan unit-unit layanannya, harus terlebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan dengan alat ini, yang teritegrasi dengan absensi personal.


    Baca Lainnya :

      “Selama pandemi ini, kami menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Dan sekarang, kami menambah lagi inovasi dalam layanan pemeriksanaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan yang semula dilakukan secara manual oleh dokter, sekarang bisa kita lakukan memanfaatkan alat ini,” kata Bagus, di sela-sela acara Penyerahan Rekor MURI di Kantor Cabang Pertamina Yogyakarta, Kamis (19/11/2020).

      Bagus mengatakan, pemanfaatan alat ini, dipastikan akan besar manfaatnya guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat. Bukan saja bagi pimpinan dan karyawan, tapi juga untuk masyarakat luas.

      “Kami bekerja melayani masyarakat. Kalau karyawan kita semua terjaga kesehatannya, maka masyarakat selaku konsumen kita juga lebih aman,” katanya.

      Keberadaan alat semacam ini, kata Bagus, juga sangat penting sebagai langkah awal pemulihan pelayanan ke masyarakat. Sebab sebagai BUMN yang bertugas melayani kebutuhan masyarakat, Pertamina harus secara bertahap melakukan pemulihan sistem kerja. Kebijakan work from home, tidak akan selamanya dilakukan, karena akan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan.

      Pjs. Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Marthia Mulia Asri, mengatakan, risiko bisnis Pertamina yang cukup tinggi membutuhkan kesiapan optimal dalam menunjang kesehatan para pekerjanya.

      “Selama ini, Pertamina telah menerapkan program fit to work yang mengharuskan setiap pekerja Pertamina untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara rutin,” ujar Marthia.

      Namun ia menambahkan, selama ini hal tersebut dilakukan secara manual dengan memeriksakan diri ke dokter on site clinic sehingga cukup memakan waktu dalam pemeriksaannya. Interaksi ini, juga meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit, terutama d tengah pandemi.

      “Pertamina pun mencoba menyediakan alat pemeriksaan kesehatan otomatis yang dapat di akses oleh setiap pekerja menggunakan sistem RFID atau Radio Frequency Identification sehingga memudahkan dan mempersingkat waktu pemeriksaan, sekaligus terintegrasi dengan sistem identifikasi personel,” ungkapnya.

      Senior Manager MURI, Sri Widayati menambahkan, atas pencapaian dari program Pertamina melalui alat ProHealth, pihaknya memberikan penghargaan pencapaian sebagai alat pemeriksaan kesehatan otomatis pertama, yang langsung terintegrasi dengan sistem identifikasi personel (absen).

      Sri Widayati mengatakan, Pertamina merupakan satu-satunya perusahaan yang telah menyediakan alat pemeriksaan kesehatan otomatis terintegrasi dengan sistem identifikasi personel atau absensi. “Dari hasil penilaian tim internal kami, maka Pertamina berhak mendapatkan Rekor MURI tersebut dan diharapkan dapat mengoptimalkan lebih lagi dari program ini,” ujarnya.

      Sebelumnya, Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Area Jateng dan DIY meraih tiga rekor MURI sekaligus atas inovasinya dalam memberikan layanan kesehatan bagi pekerja di lingkungan Pertamina MOR IV.

      Salah satu Rekor MURI yang diperoleh adalah Pemrakarsa & Penyelenggara Pemeriksaan Narkoba Melalui Urine Pekerja Terbanyak. Kemudian ada pula rekor MURI adalah inovasi dalam menerapkan pelayanan aplikasi digital terkait pemeriksaan kesehatan bagi pekerja, yaitu My Doctor Pertamina dan Fit To Work Online. (*)



      SHARE
      '

      BERITA TERKAIT

      Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

      Tulis Komentar disini