Minggu, 18 Apr 2021,


beginilah-festival-andong-berstandar-protokol-kesehatanBupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, ikut naik andong dalam Festival Andong, Minggu (14/3/2021). (istimewa)


Nila Hastuti
Beginilah Festival Andong Berstandar Protokol Kesehatan

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dinas Pariwisata DIY bersama Persatuan Organisasi Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Pengurus Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan Festival Andong 2021,  Minggu (14/3/2021). Festival ditandai dengan kirab andong yang dimulai dari Rumah Dinas Bupati Sleman menuju Sleman City Hall. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, ikut naik andong bersama GKR Bendoro dan GBPH Yudaningrat selaku Ketua Pordasi DIY.


Kirab diawali dengan pawai sepeda onthel, andong dan paling belakang barisan becak. Festival ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan jumenengan dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X ke-33.

  • Saat Seniman Boneka Memasak Sebelum Manggung
  • Ketika Boneka Siap Berpesta

  • Festival Andong diselenggarakan pada 13-14 Maret 2021 di Sleman City Hall dan dijalankan dengan penerapan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

    Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, menyampaikan tujuan kegiatan Festival Andong antara lain menjadi event tahunan yang masuk dalam calendar of event DIY 2021, menjaga konsistensi Yogyakarta sebagai daerah pariwisata dalam pelestarian budaya warisan bangsa, mempromosikan andong kepada masyarakat Indonesia dan luar negeri serta menggugah kesadaran masyarakat Yogyakarta untuk merawat dan menghargai andong sebagai warisan budaya.


    Adapun bentuk kegiatan Festival Andong antara lain dengan parade andong, becak dan sepeda onthel, lomba hias andong, lomba lukis topeng dan lomba show onthel.


    Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyambut gembira dan sangat mengapresiasi penyelenggaraan Festival Andong Tahun 2021 ini. Mengingat penyelenggaraan Festival Andong Tahun 2021 ini sangat mendukung upaya pelestarian alat transportasi tradisional khas Yogyakarta, seiring dengan semakin maraknya kendaraan bermesin, sehingga alat transportasi tradisional seperti becak, andong maupun gerobak semakin tersisih keberadaannya.


    Kustini berharap penyelenggaraan Festival Andong ini setidaknya dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sebagaimana halnya penyelenggaraan Festival Gerobak Sapi yang dilaksanakan tiap tahun.

    Dengan pelaksanaan Festival Andong secara berkesinambungan dan menjadi agenda event daerah, diharapkan akan memberikan dampak interaksi bisnis. Harapannya antara lain akan menggeliatkan kembali bengkel andong, serta menumbuhkan usaha peternakan, terutama pembibitan kuda.

    Kustini juga mengingatkan pelaksanaan Festival Andong ini masih dalam masa pandemi Covid-19, maka diharapkan senantiasa memperhatikan dan mengedepankan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

    "Kondisi pandemi Covid-19 saat ini membuat pemulihan pariwisata tidak mudah dan tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat," kata Kustini.

    Menurut Kustini, ada perubahan preferensi wisatawan dalam fase new normal saat ini. Wisatawan di era new normal saat ini lebih mengutamakan faktor higienitas pada akomodasi, tempat wisata, dan amenitasnya. Sehingga para pelaku usaha wisata maupun masyarakat pelaku wisata harus dengan hati-hati melaksanakan kegiatan kepariwisataan.

    "Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga kepercayaan wisatawan pada standar protokol kesehatan yang dijalankan oleh industri pariwisata," tutur Kustini. (*)



    SHARE


    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini