Minggu, 11 Apr 2021,


serkileran-warga-memperbaiki-rumah-pemulung-yang-nyaris-robohBedah rumah milik Nursinah (53 tahun), warga Pelemkidul, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Minggu (14/3/2021). (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Serkileran, Warga Memperbaiki Rumah Pemulung Yang Nyaris Roboh

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Mata Nursinah (53 tahun), warga RT 05, Dusun Pelemkidul, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan Bantul terlihat berkaca-kaca. Berulang kali tanganya yang keriput itu mengusap wajah tuanya di saat menyaksikan rumah gedheg (anyaman bambu,red) miliknya yang  telah reot, bocor, bahkan dhoyong nyaris ambruk itu dibongkar, Minggu (14/3/2021).


Warga bergotong royong membongkar rumah milik pemulung yang hidup sebatang kara tersebut. Kemudian warga membangun rumah baru yang lebih layak, terbuat dari rangka baja ringan dengan ukuran 4 meter x 7 meter. Rumah dibangun di tanah milik orang yang berbaik hati memberikan tumpangan.


Gotong royong bedah rumah tersebut dihadiri anggota komisi A  DPRD Bantul, Teguh Santoso SE, yang juga menyerahkan bantuan bagi pemilik rumah, Lurah Baturetno Sarjoko, Dukuh Pelemkidul Sujiman dan warga sekitar.

Kulo remen sanget, maturnuwun kagem sedoyo mawon ingkang mbantu kulo. (saya senang sekali. Terimakasih buat semua yang susah membantu saya,red),” kata Nursinah.


Sementara Teguh Santoso mengatakan, bedah rumah dilakukan setelah beberapa waktu lalu dirinya melakukan kegiatan jaring aspirasi dan mendapat informasi jika ada warga yang rumah gedheknya nyaris roboh. Apalagi, kondisi Nursinah termasuk golongan tidak mampu. Maka, bersama dengan pemerintah  Kalurahan, dukuh dan masyarakat, dilakukan kegiatan bedah rumah milik wanita yang sehari-hari sebagai pemulung tersebut.


“Selain kegiatan ini bisa membantu mereka yang membutuhkan, juga untuk menumbuhkan semangat gotong royong sebagai ciri khas masyarakat Indonesia. Dengan gotong royong, pekerjaan semakin ringan dan merekatkan kerukunan antar-warga di sini juga,”kata politisi Partai Golkar tersebut.


Teguh menambahkan, bukan hanya permasalahan bedah rumah saja yang akan dicarikan solusi. Namun masalah apa saja terkait masyarakat, sebagai wakil rakyat, dirinya siap untuk mendengarkan, menampung dan memperjuangkan. “Sebagai wakil rakyat, saya siap 24 jam,” tegasnya.

Sedangkan Sujiman mengatakan, Nursinah selama ini hidup sebatang kara. Untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari, ia bekerja sebagai  pemulung.

“Untuk keperluan bedah rumah ini kami warga serkileran dan tadi juga mendapat bantuan dari Pak Teguh. Semoga rumah ini akan lebih nyaman dan layak dihuni, karena rumah sebelumnya nyaris roboh,” katanya.

Senada dikatakan Lurah Sarjoko. Apa yang dilakukan warganya, selain bisa meringankan beban bagi mereka yang membutuhkan, juga untuk menumbuh suburkan semangat gotong royong dan kebersamaan. (*)



SHARE

'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini