Baznas Kebumen Melatih 60 Pemuda dan Santri, Jadi Wirausaha Potong Rambut

Selesai pelatihan, peserta mendapatkan bantuan peralatan kerja potong rambut.

Baznas Kebumen Melatih 60 Pemuda dan Santri, Jadi Wirausaha Potong Rambut
Pembukaan pelatihan keterampilan barbershop Baznas Kebumen, Selasa (7/10/2025). (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kebumen menyelenggarakan pelatihan barbershop atau potong rambut untuk 60 orang pemuda. Pelatihan dan pemberian bantuan alat kerja, dimulai Selasa (7/10/2025).

Ketua Baznas Kebumen H Achmad Sahli Syam pada pembukaan pelatihan mengatakan, pelatihan dan bantuan alat kerja merupakan salah satu program Kebumen Makmur Baznas Kebumen.

Peserta selain berasal dari masyarakat yang telah diseleksi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), juga santri sejumlah pondok pesantren di Kebumen. "Peserta dari pondok pesantren ada 27 orang," kata Achmad Sahli.

Pelatihan diselenggarakan tiga gelombang. Masing-masing gelombang selama sepuluh hari. Baznas Kebumen bekerja sama dengan kelompok profesional potong rambut di Kebumen. "Selesai pelatihan, peserta mendapatkan bantuan peralatan kerja potong rambut," kata Achmad Sahli.

Terus berkembang

Peserta juga disiapkan menjadi wirausaha potong rambut agar bisa membangun relasi dengan banyak pihak sehingga usaha terus berkembang.

Achmad Sahli mencontohkan peserta dari Kecamatan Buluspesantren hendak membangun relasi dengan sekolah-sekolah. "Peserta dari daerah lain bisa mengikuti rencana peserta dari Buluspesantren," katanya.

Baznas Kebumen pernah menyelenggarakan pelatihan yang sama, sebagai uji coba untuk tujuh orang peserta. Sebagian besar peserta telah berwirausaha potong rambut.

Asisten I Sekretariat Daerah Kebumen Agung Pambudi mengatakan, Pemkab Kebumen mengapresiasi Baznas Kebumen menyelenggarakan pelatihan yang membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Beberapa kiat

Kepada peserta pelatihan, Agung Pambudi mengingatkan, agar usaha potong rambut berkembang menjadi barbershop, selain diperlukan keterampilan sesuai kebutuhan pelanggan, juga disertai beberapa kiat lainnya supaya pelanggan terus bertambah.

"Penampilan harus rapi, termasuk rambut dan keramahan kepada pelanggan," kata Agung Pambudi. Keramahan, penampilan rapi, keterampilan memotong bisa memenuhi keinginan pelanggan merupakan kunci sukses usaha potong rambut.

Menurut dia, manajemen keuangan yang baik juga menjadi bagian terus berkembangnya usaha. Setiap penghasilan dialokasikan untuk beberapa kebutuhan. "Ada yang ditabung untuk perbaikan tempat usaha," kata Agung Pambudi.

Tempat usaha yang baik, apalagi usaha barbershop, menjadi daya tarik segmen pelanggan tertentu. "Setelah sukses kalian bisa menyisihkan sebagian penghasilan untuk zakat, infak dan sedekah, menjadi muzakki," pesan Agung Pambudi. (*)