Baznas Kebumen Dukung Program Bupati Mengurangi Kemiskinan

Pelatihan konten kreator diikuti 50 orang pelaku UKM, dari rencana 75 orang.

Baznas Kebumen Dukung Program Bupati Mengurangi Kemiskinan
Penutupan pelatihan konten kreator UKM yang diselenggarakan Baznas Kebumen, Jumat (25/7/2025). (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN – Jajaran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kebumen menyatakan komitmennya mendukung program prioritas Bupati Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah mengurangi kemiskinan.

Dukungan itu diwujudkan dalam bentuk pelatihan untuk warga Kebumen yang memenuhi syarat penerima zakat infak dan sedekah (ZIS) berupa pelatihan keterampilan dan permodalan.

Wakil Ketua Baznas Kebumen Bidang Pentasyarufan, H Achmad Sahli Syam ST MT, mengatakan pelatihan merupakan salah satu wujud upaya Baznas Kebumen meningkatkan pendapatan penerima bantuan.

“Pelatihan konten kreator telah diikuti 50 orang pelaku UKM, dari rencana 75 orang,” ujarnya pada penutupan pelatihan konten kreator Usaha Kecil Menengah (UKM) tahap II di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kebumen, Jumat (25/7/2025).

Dinas teknis

Menurut Sahli, Baznas Kebumen tidak bisa bekerja sendiri memberi keterampilan kepada mustahik. Melalui pelatihan konten kreator, Baznas bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, Dinas Komunikasi dan Informatika Kebumen, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Ketiga dinas teknis itu memiliki sumber daya manusia untuk pelatihan kewirausahaan dan keterampilan pembuatan konten kreator. Dari hasil pelatihan, peserta akan memanfaatkan sosial media untuk membantu pemasaran produk UKM.

“Baznas Kebumen terus melakukan pelatihan dan bantuan permodalan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Di antaranya telah membantu 100 orang mustahik untuk ternak kambing,” tambahnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kebumen Drs Budi Suwanto MSi mengatakan UPTD BLK juga menyelenggarakan pelatihan dengan anggaran yang bersumber dari pemerintah.

Biaya pelatihan

“Kelompok masyarakat diberi kesempatan meningkatkan keterampilan di BLK. Misalnya las, BLK Kebumen siap memfasilitasi pelatihan. Biaya pelatihan yang bukan program Dinas Tenaga Kerja dibiayai eksternal atau pengirim peserta pelatihan,” jelasnya.

Dinas Tenaga Kerja Kebumen memantau akun sosial media yang digunakan peserta untuk memasarkan produk barangnya.

Achmad Sahli dan Budi Suwanto mengakui sering muncul informasi Kabupaten Kebumen merupakan daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Provinsi Jateng. (*)