Bank Indonesia Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh

Indonesia memiliki potensi besar mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan oleh Vietnam dan China.

Bank Indonesia Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Ibrahim. . (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia meskipun menghadapi tantangan global.

"Indonesia masih memiliki keuntungan karena belum masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat," ujar Ibrahim, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (24/2/2205).

Ibrahim menyampaikan Indonesia memiliki potensi besar mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan oleh negara-negara seperti Vietnam dan China.

Hal ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor komoditasnya ke pasar global yang sedang mengalami penurunan suplai dari negara-negara lain.

Uang Rupiah

Selain itu, Ibrahim juga menyatakan pentingnya mendorong pembayaran non-tunai secara digital. "Ketersediaan uang rupiah dalam pecahan kecil dan peningkatan pembayaran digital akan membantu meningkatkan daya beli masyarakat," tambahnya.

Dalam hal inflasi, Ibrahim menjelaskan penurunan tarif listrik pada Januari 2025 akan membantu menekan inflasi. "Deflasi yang terjadi akibat diskon listrik akan membantu stabilitas harga, terutama untuk komoditas inti," kata Ibrahim.

Ibrahim menyoroti potensi sektor pertanian sebagai off-taker baru yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi. "Dengan adanya jaminan baru, sektor pertanian dapat tumbuh dan berkembang, menjadi motor penggerak ekonomi," ungkapnya.

Bank Indonesia juga berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah, terutama dalam hal digitalisasi dan pembiayaan.

Berbagai strategi

"Kerja sama dengan pemerintah dan lembaga terkait akan memperkuat ekonomi Indonesia," katanya.

Menurut dia, dengan berbagai strategi yang diambil, Bank Indonesia berharap ekonomi Indonesia akan terus berkembang dan mampu menghadapi tantangan global. (*)