Bangsal Perawatan Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Penuh

Bangsal Perawatan Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Penuh

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Bangsal khusus perawatan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di sejumlah rumah sakit rujukan di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah kelebihan jumlah pasien. Ada rumah sakit rujukan yang menempatkan pasien di ruang isolasi Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kebumen yang juga anggota Bidang Informasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kebumen, Kusbiyantoro SKM Mkes, yang dikonfirmasi koranbernas.id, Sabtu (21/11/2020) malam, menyatakan benar jumlah pasien melampaui kapasitas tempat tidur di rumah sakit rujukan lini II dan Lini III.

Kapasitas tempat tidur di lima rumah sakit rujukan 130, sedangkan yang dirawat 145 orang. Ini terjadi karena ada perubahan  treatment atau perawatan pasien yang sebelumnya cukup isolasi mandiri, sekarang di rumah sakit rujukan. Kebijakan baru ini dimaksudkan untuk menghindari penularan klaster keluarga.

Di Rumah Sakit dr Soedirman (RSDS) Kebumen, menurut Kepala Bidang Pelayanan Medik RSDS Kebumen dr Sri Fatmahwati kepada koranbernas.id, Bangsal Kenanga khusus perawatan inap pasien terkonfirmasi positif Covid-19 Kebumen sudah penuh beberapa hari terakhir.

Dia menyebutkan kapasitas tempat tidur bangsal khusus pasien Covid-19 hanya 40 tempat tidur. Karena bangsal penuh, sebagian pasien antre di ruang isolasi IGD.

Berdasarkan data Bidang Informasi Publik Satgas penanganan Covid-19 Kebumen yang diterima koranbernas.id, Sabtu (21/11/2020), terdapat tambahan 15 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Pasien sembuh bertambah 4 orang. Sedangkan pasien yang menjalani isolasi 434 orang. Pasien meninggal bertambah satu orang menjadi 60 orang.

Sementara itu operasi yustisi yang dilakukan Tim Pendisiplinan Satgas masih menemukan cukup banyak warga tidak memakai dan membawa masker di tempat umum.

Tim memberi sanksi administrasi untuk mereka yang melanggar Peraturan Bupati Kebumen Nomor 68 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penularan Virus Corona Disease/Covid-19.

Tim melakukan pembinaan pelaksana kegiatan seperti tempat usaha yang belum menyediakan sarana cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta belum memasang pemberitahuan wajib memakai masker, jaga  jarak maupun mencuci tangan. (*)