Allabun, Wahana Wisata Baru di Jalur Kaliurang Barat

Allabun, Wahana Wisata Baru di Jalur Kaliurang Barat

KORANBERNAS.ID, SLEMAN — Sleman memiliki wahana wisata baru. Dengan luas lebih dari 2 hektar, wahana wisata yang dinamai The Allabun Garden ini, bukan saja menawarkan berbagai atraksi alam seperti ATV dan area glamping (glamour camping – kemah mempesona), tapi juga dilengkapi dengan coffee shop, restoran serta homestay yang didesain dengan nuansa etnik yang kuat.

Kawasan wisata di pinggir Jalan Boyong Kaliurang Barat, persisnya di seberang Museum Gunung Merapi ini, juga dilengkapi dengan kolam berhias lampu warna warni nan indah saat hari mulai gelap. Di salah satu sisinya, tersedia panggung, yang ke depan akan menjadi lokasi berbagai pertunjukan, baik musik ataupun kesenian tradisional.

“Iya saya sengaja mendesain konsep seperti ini, karena saya lihat di Sleman kok belum ada. Jadi saya berharap, bisa memberikan alternatif bagi siapa pun untuk tamasya yang berbeda dari yang lain. Terutama kami membidik pelancong keluarga. Tapi kalangan milenial pun, saya yakin akan betah, karena kami memiliki coffee shop dan taman yang nyaman untuk sekadar nongkrong atau tempat diskusi ringan maupun serius,” kata Nur Endah Duhkito Sari, selaku owner sekaligus penggagas konsep wisata ini.

The Allabun Garden, kata Endah, mulai beroperasi secara resmi Rabu (22/12/2021) malam. Peresmian dilakukan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. Hadir dalam acara launching ini sejumlah pejabat di Sleman serta kalangan civitas akademika UPN Veteran Yogyakarta-almamater Nur Endah Duhkito Sari. Namun sebelumnya, beberapa bulan silam coffee shop yang lokasinya paling depan sudah lebih dulu beroperasi.   

Ditemui menjelang acara peresmian, Endah menuturkan, lokasi wisata ini memang cukup jauh dari kota Yogya. Namun dirinya optimistis, ke depan lokasi ini akan banyak didatangi tamu, mengingat di Jalan Boyong Kaliurang Barat belum memiliki destinasi yang cukup  representatif. Apalagi, tren wisata ke depan, akan lebih mengarah pada wisata outdoor, sejak pandemi Covid-19 melanda dunia.

Tamu sedang menikmati nuansa etnik dari The Allabun. (warjono/koranbernas.id)

“Konsep kami memang outdoor activity. Kami juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebagaimana anjuran pemerintah. Kemudian menu di resto kami juga lengkap, mulai dari masakan nusantara, chinnese food, hingga menu-menu ndeso. Untuk menu ndeso ini, khusus hanya kami sajikan saat week end Sabtu dan Minggu. Kami melihat, sekarang ini mulai menjamur wisatawan yang ingin kembali ke menu-menu tempo dulu. Menu rumahan yang memang dikenal nikmat dan semakin sulit ditemui,” lanjutnya.

Sebagai destinasi baru, The Allabun Garden agresif menggandeng banyak pihak. Tak ketinggalan, operator jeep wisata di Lereng Merapi pun dirangkul untuk memulai star dan finish di The Allabun Garden. Manajemen juga menggandeng operator bus-bus wisata, untuk membawa para wisatawan menikmati suasana alam yang asri di jalur wisata Kaliurang Barat ini.

“Sudah mulai ramai sejak beberapa minggu lalu. Banyak rombongan-rombongan bus wisata yang mampir ke sini. Kebetulan, kami juga mematok harga yang cukup bersahabat. Untuk menu ndeso mulai 15 ribu rupiah per paket. Sedangkan menu lainnya mulai dari harga sekitar 20 ribuan,” lanjutnya.

Saat ini, pengembangan destinasi The Allabun Garden  sudah mencapai 80 persen lebih. Pembangunan tinggal menyisakan 10 homestay dan 10 wahana glamping. Endah memastikan, pembangunan homestay dan glamping ini akan tuntas pada awal 2022.

“Yang lebih penting lagi, kami ingin keberadaan kami juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, kami berencana menggandeng grup-grup kesenian lokal. Merekalah yang akan mengisi acara dan memanfaatkan panggung yang kami siapkan untuk menghibur tamu,” ujar Endah lagi.   

Tangan Dingin

Perempuan kelahiran Pati Jawa Tengah, alumni Manajemen UPN Veteran Yogyakarta ini, ternyata bukan sekali ini saja menggeluti bisnis. Sebelum membuka The Allabun Garden, Endah sudah sekian lama mengelola klinik dan salon kecantikan di Jakarta.

Bisnis salon ini, ia kembangkan setelah sebelumnya mendirikan PAUD di wilayah Yogyakarta yang juga masih beroperasi dan berkembang hingga saat ini.

“Kalau untuk kuliner dan kepariwisataan memang baru The Allabun Garden ini. Saya memang suka mencoba-coba hal baru. Dengan keluar dari zona nyaman ini, saya sebenarnya sekaligus ingin mengajak kaum perempuan di manapun berada agar terus memotivasi diri. Kita bisa koq berbuat sesuatu, sekalipun pada era pandemi. Jadi ayo jangan kita menyerah, justru kondisi seperti sekarang ini harus memacu semangat dan kreativitas agar maju,” kata Endah meneruskan. (*)