Aksi Humanis Taru Martani: THR Cair Lebih Cepat Hingga Jamin Hak Karyawan Sakit

PT Taru Martani tunjukkan aksi humanis dengan mencairkan THR 2026 lebih awal dan menjamin hak penuh karyawan yang sakit 10 bulan

Aksi Humanis Taru Martani: THR Cair Lebih Cepat Hingga Jamin Hak Karyawan Sakit
Dirut PT Taru Martani bersama staf menengok Yatinah-karyawati yang sakit. (istimewa)

​KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA–PT Taru Martani menunjukkan komitmen dan kepedulian terhadap tenaga kerja. Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, perusahaan cerutu kebanggaan Yogyakarta ini resmi mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) lebih awal, tepatnya pada Senin, 2 Maret 2026.

​Bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, langkah ini menjadi wujud nyata empati perusahaan agar karyawan dapat menyambut Lebaran dengan lebih tenang dan bahagia di tengah bulan suci Ramadhan.

​Direktur Utama PT Taru Martani, Widayat Joko Priyanto, menegaskan bahwa kesejahteraan karyawan adalah prioritas utama manajemen. Salah satu bukti paling menyentuh adalah komitmen perusahaan terhadap Yatinah, seorang karyawan yang telah menjalani masa sakit selama 10 bulan.

​“Meski tidak masuk kantor karena sakit, beliau tetap mendapatkan haknya secara penuh sesuai regulasi. Ini bagian dari komitmen perusahaan untuk tetap hadir mendampingi karyawan dalam kondisi apa pun,” ujar Widayat saat acara buka bersama media di Lounge Taru Martani, Selasa (3/3/2026).

​Kebijakan pencairan THR lebih awal ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi daerah. “Karyawan yang memegang dana lebih awal akan mulai berbelanja, dan di situlah ekonomi masyarakat ikut bergerak,” imbuhnya.

​Menebar Kebaikan

​Momentum Ramadhan tahun ini Taru Martani gunakan untuk memperkuat solidaritas sosial. Selain memberikan santunan kepada 41 anak yatim piatu, karyawan juga akan turun ke jalan untuk membagikan takjil gratis di dua lokasi ikonik:

​8 Maret 2026: Stasiun Lempuyangan.

​9 Maret 2026: Kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

​Stabilitas Pangan Masyarakat

​Sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, Taru Martani turut mengambil peran strategis dalam menjaga daya beli warga. Perusahaan menambah stok komoditas pangan hingga 50%, mulai dari beras, minyak goreng, hingga susu sapi segar hasil peternakan mandiri di Ngipiksari yang baru dikembangkan sejak September 2025.

​Bazaar pangan murah pun terus digencarkan, diantaranya Selasa (3/3/2026) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY, serta agenda mendatang di wilayah Kota Jogja dan Polda DIY pada 5 dan 10 Maret 2026. Masyarakat juga bisa mengakses kebutuhan pokok secara praktis melalui aplikasi app-tm.biz.id.

​Performa humanis ini didukung oleh fondasi bisnis yang sangat sehat. Laporan keuangan 2025 (audited) Taru Martani meraih opini wajar dalam semua hal material dengan capaian laba signifikan.

​Keberhasilan ini memicu rencana ekspansi besar di tahun 2026, yakni pembukaan dua resto baru: Resto Pagelaran Seni Budaya di sisi timur area pabrik dan Resto Healthy Food di Jalan Tunjung.

​“Kami berharap semangat dan budaya kerja semakin meningkat pasca Idul Fitri, sehingga PT Taru Martani terus maju dan memberikan manfaat luas bagi semua,” pungkas Widayat. (*)