dapur-bude-penolong-di-saat-pandemiBantuan disalurkan oleh LPPM BIMa Sedayu Bantul. (istimewa)


Sari Wijaya

Dapur Bude, Penolong di Saat Pandemi

Panti Bima Terus Berbagi
SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Bina Insan Mandiri (LPPM BIMa) yang beralamat di Griya Kencana Permai (GKP) Blok 1 Jalan Wates KM 10 Argorejo, Kecamatan Sedayu, Bantul memberikan bantuan bagi masyarakat dan juga anak-anak binaan di tengah pandemi Covid-19. Hal itu untuk meringankan mereka yang terdampak akibat virus tersebut.

“Kami memberikan bantuan bermacam-macam, salah satunya dari Kementerian Sosial 10 paket sembako di tahun ini yang telah disalurkan. Kemudian kami mengupayakan bantuan termasuk menggandeng donatur sehingga kita telah salurkan 50 paket sembako dan APD,” kata Agus Darmono, Ketua harian LPPM BIMa, di tempatnya bertugas, Senin (7/9/2020).


Baca Lainnya :

Adapun APD yang diserahkan adalah masker, face shield, ditambah hand sanitizer.

“Kalau total anak binaan di tempat kami ada 836 anak. Yang mendapat bantuan paket sembako ada 50 anak,” tambah Agus.


Baca Lainnya :

Selain bantuan sembako, pihaknya setiap Jumat menggelar program  “Dapur Bude” singkatan dari Dari BiMa Untuk Sedekah. “Dapur Bude” telah diluncurkan beberapa waktu lalu oleh Wakil Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih. Hingga kini sudah ada 15 “Dapur Bude” yang tersebar di 4 kabupaten dan kota Jogja.

Dengan “Dapur Bude”, satu orang ibu binaan mengambil bahan makanan seperti beras, telur dan sayuran setiap Kamis sore atau Kamis malam di panti. Pada Jumatnya mereka akan memasak kebutuhan bagi keluarga, dan kemudian diminta juga untuk  dibagikan kepada tetangga yang membutuhkan. Ada yang dimasak langsung habis pada hari Jumat, dan ada yang dimasak setiap hari selama satu minggu hingga saatnya mengambil bahan olahan masakan lagi ke panti.

“Jika satu ibu atau ‘Dapur Bude’ tadi bisa memasak untuk 20 keluarga setiap minggu, maka  sudah banyak yang tercover kebutuhan makanan dari program tersebut. Saya sendiri yang belanja bersama pengurus yang lain. Intinya adalah, bagaimana di tengah situasi pandemi kami tetap berbagi dan bergerak bagi masyarakat,” katanya.

Salah satu anggota “Dapur Bude”, Suryamtini (46 tahun), asal Dusun Jambon, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Bantul, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Selain bisa membantu kebutuhkan pangan bagi keluarganya, dia sekaligus bisa memasak juga untuk tetangga yang membutuhkan.

“Saya masak setiap hari. Jadi setiap masak saya mengantar makan untuk tetangga saya yang memang kondisinya membutuhkan bantuan. Makanan tersebut bisa untuk dikonsumsi satu hari,” katanya.

Suryamtini mengakui, program “Dapur Bude” benar-benar menjadi penolong bagi dirinya memenuhi kebutuhan di saat pandemi. Sekaligus sebagai gerakan berbagi kepada sesama.

Suryamtini mengungkapkan, sebelum pandemi dia adalah penjual nasi kuning yang dititipkan ke warung-warung dan angkringan. Dalam sehari bisa menghabiskan 4 kilogram beras atau menjual 80 pak, dengan asumsi 1 kilogram bisa diolah menjadi nasi kuning 20 pak.

Namun sejak ada pandemi, penjualan anjlok dan paling banter hanya mampu menjual 1 kilogram. Sementara suaminya sakit dan tidak mampu mencari nafkah.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Bantul, Drs Didik Warsito, mengatakan pihaknya saat ini konsen untuk menyalurkan bantuan Covid-19, baik  dari Jakarta, provinsi, kabupaten ataupun bersumber dari Dana Desa (DD).

Saat ini anggaran kita dipangkas atau dirasionalisasi menghadapi Covid-19. Sekarang anggaran yang ada digunakan untuk mengcover masyarakat yang belum mendapat bantuan seperti BLT, BLT perluasan dan bantuan lainnya. APBDesa dan APBD kita diupayakan untuk  melengkapi masyarakat yang belum mendapat bantuan,” katanya.

Namun khusus program Boga Sehat bagi lansia dan difabel, anggaran tetap ada Rp 6 miliar yang digunakan untuk peningkatan gizi. “Kalau anggaran itu tidak dipangkas,” katanya. (*)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini