Sabtu, 24 Okt 2020,


pusaka-kabupaten-sleman-tombak-kyai-turun-sih-dijamasiPaguyuban Abdi dalem Kabupaten Sleman kembali melakukan jamasan pusaka Tombak Kyai Turun Sih, Kamis (17/9/2020), di pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. (istimewa)


Nila Jalasutra

Pusaka Kabupaten Sleman, Tombak Kyai Turun Sih, Dijamasi


SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Paguyuban Abdi dalem Kabupaten Sleman kembali melakukan jamasan pusaka Tombak Kyai Turun Sih, Kamis (17/9/2020), di pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Jamasan ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap bulan Sura pada penanggalan Jawa.

Ketua Paguyuban Abdi Dalem Kabupaten Sleman, KMT Probowibowo, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian atau perawatan terhadap pusaka. Mengingat pusaka pemberian dari Kraton Yogyakarta tersebut, menurutnya, merupakan warisan leluhur yang adi luhung.

“Prosesi dimulai dengan pengambilan pusaka yang disimpan Gedung Pusaka beserta songsong (payung). Sesudah disyarati sesuai adat, pusaka tombak dijamasi terlebih dahulu dengan air kembang, jeruk nipis dan serta minyak cendana. Selanjutnya, membersihkan songsong (payung),” papar KMT Probowibowo.

Dia juga menyebutkan, pusaka tersebut merupakan pemberian Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X untuk Kabupaten Sleman pada tanggal 15 Mei 1999, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sleman ke-83. Selain Pusaka Tombak Kyai Turun Sih, Sleman juga mempunyai Pusaka Dwaja Mega Ngampak pemberian dari Keraton Yogyakarta.

“Pemberian tersebut sesuai dengan letak dan kondisi wilayah Sleman. Di Sleman terdapat Gunung Merapi yang menjadikan Sleman wilayah yang subur sesuai dengan pamor beras wutah yang terdapat pada Pusaka Tombak Kyai Turun Sih yang melambangkan Sleman Merupakan gudang beras DIY,” jelasnya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini